Otrovert: Tipe Kepribadian yang Tak Butuh Validasi Kelompok

Otrovert: Tipe Kepribadian yang Tak Butuh Validasi Kelompok

detikHealth - detikJabar
Sabtu, 29 Agu 2026 22:00 WIB
Ilustrasi norma sosial.
Ilustrasi bersosial. (Foto: Unsplash/Priscilla Du Preez)
Jakarta -

Istilah otrovert mulai menarik perhatian setelah psikiater Rami Kaminski, MD, memperkenalkannya ke dalam kosakata pada 2025 melalui bukunya, The Gift of Not Belonging.

Konsep ini berbeda dari introvert, ekstrovert, dan ambivert. Otrovert belum mendapat pengakuan resmi sebagai tipe kepribadian dalam klasifikasi psikologi.

"Ini lebih merupakan gagasan yang dilihat orang dalam diri mereka sendiri dan dirasakan keterkaitannya," kata peneliti psikolog kesehatan, Dr Alivia Murdock-Frazier.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Otrovert?

Otrovert menggambarkan seseorang yang mampu bersosialisasi dengan baik, tetapi tidak terlalu memedulikan penerimaan kelompok. Mereka dapat berbaur, menjalin hubungan, bahkan memiliki banyak teman tanpa menjadikan kelompok sebagai bagian penting dari identitas dirinya.

ADVERTISEMENT

Mengutip Cleveland Clinic, orang dengan karakter otrovert tidak merasa terlalu terikat pada identitas kelompok atau membutuhkan persetujuan orang lain.

Kaminski menjelaskan, otrovert tetap dapat menyesuaikan diri dalam situasi sosial dan membangun hubungan personal yang kuat. Namun, mereka cenderung tidak menikmati dinamika kelompok.

"Otrovert dapat diterima dalam kelompok dan bahkan menjadi populer, tetapi mereka tetap menjadi orang luar secara emosional," jelas Kaminski, dikutip dari laman India Today.

Berikut sejumlah ciri yang kerap dikaitkan dengan otrovert:

1. Memiliki Kemandirian yang Kuat

Otrovert cenderung mandiri dan tidak terlalu membutuhkan validasi dari lingkungan. Mereka lebih memilih menjalani hidup sesuai dengan dirinya sendiri daripada mengikuti norma atau kebiasaan yang berlaku dalam kelompok.

"Mereka mungkin menjalani hidup mereka secara otonom dan mandiri, tanpa terlalu mempertimbangkan apa yang dipikirkan orang lain," kata Dr Murdock-Frazier.

Sikap tersebut membuat otrovert tidak selalu menjadikan pendapat orang lain sebagai pertimbangan utama dalam mengambil keputusan.

2. Lebih Menyukai Hubungan Personal

Otrovert tetap mampu berinteraksi dalam berbagai situasi sosial. Namun, mereka tidak menjadikan interaksi sosial sebagai sumber utama untuk membangun identitas ataupun menentukan harga diri.

Mereka cenderung lebih menikmati hubungan personal yang mendalam, misalnya melalui percakapan satu lawan satu, daripada mengikuti dinamika kelompok besar.

Otrovert juga bisa merasa kesepian. Namun, mereka umumnya tidak merasa terlalu terganggu ketika menghabiskan waktu sendirian.

"Orang otrovert sering merasa kesepian dalam kelompok, tetapi jarang bosan saat sendirian atau bersama beberapa teman dekat," kata Kaminski.

3. Tidak Terlalu Memikirkan Penerimaan Sosial

Otrovert dapat menyadari adanya jarak atau perbedaan antara dirinya dan orang-orang di sekitar. Meski begitu, mereka tidak terlalu bergantung pada validasi sosial.

"Anda mungkin merasa tidak cocok dengan orang lain. Atau sebenarnya bisa menyesuaikan diri, tetapi Anda tidak peduli apakah Anda cocok atau tidak," kata Dr Murdock-Frazier.

Kaminski juga menyebut seniman Frida Kahlo sebagai salah satu sosok yang mungkin menggambarkan karakter otrovert.

"Dia adalah sosok yang mandiri," kata Dr Murdock-Frazier.

"Kehidupan dan pekerjaannya mencerminkan seseorang yang mampu terhubung dengan orang lain sekaligus tetap nyaman berdiri terpisah dari norma dan harapan kelompok," ucapnya menambahkan.

Perbedaan Otrovert dengan Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert

  • Otrovert memiliki karakter yang berbeda dari tiga istilah kepribadian yang lebih populer, yakni introvert, ekstrovert, dan ambivert.
  • Introvert cenderung menyukai tingkat stimulasi yang lebih rendah dan dapat merasa lelah setelah banyak bersosialisasi. Sementara itu, otrovert tidak selalu mencari kesendirian atau suasana tenang untuk melakukan refleksi diri.
  • Ekstrovert biasanya mendapatkan energi dari interaksi dengan orang lain. Otrovert juga dapat berbaur dalam pesta dan berada di tengah kelompok, tetapi mereka tidak merasa perlu terus-menerus dikelilingi banyak orang.
  • Ambivert dapat memperoleh energi baik ketika sendirian maupun saat berada dalam kelompok. Karena itu, ambivert sering menggambarkan posisi di antara karakter introvert dan ekstrovert.

Sementara itu, otrovert kemungkinan menempati posisi yang berbeda dalam spektrum tersebut. Konsep ini tidak berupaya menggantikan istilah kepribadian yang sudah lebih dahulu dikenal.

Otrovert juga belum mendapat pengakuan resmi sebagai kategori kepribadian tersendiri. Karena itu, seseorang tetap dapat mengidentifikasi dirinya sebagai introvert, ekstrovert, atau ambivert sekaligus merasa memiliki sejumlah karakter yang digambarkan dalam konsep otrovert.

Baca berita selengkapnya di detikHealth.

(elk/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads