Berdasarkan pemantauan dari tiga stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS), kualitas udara di sejumlah wilayah Kota Medan berada pada kategori sedang hingga baik. Tidak hanya pemerintah, warga juga bisa ikut menjaga kualitas Udara degan cara mengurani penggunaan kendaraan pribadi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, mengatakan pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkelanjutan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas udara.
"Pemantauan ini beroperasi nonstop selama 24 jam untuk memantau kualitas udara," ucap Melvi dikutip dari lama resmi Pemkot Medan, Selasa (22/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kualitas udara yang baik juga perlu dipertahankan dengan mengontrol sejumlah sumber pencemaran yang muncul dari aktivitas perkotaan.
Upaya menjaga kualitas udara tidak hanya berkaitan dengan pemantauan dan pengendalian yang dilakukan pemerintah. Kegiatan masyarakat sehari-hari juga memberikan pengaruh terhadap kondisi udara, terutama dari penggunaan kendaraan dan aktivitas lain yang menghasilkan polusi.
World Health Organization (WHO) menyebut sumber pencemaran udara luar ruang berasal dari transportasi, konstruksi, aktivitas industri, pembangkit energi, serta pembakaran sampah.
Masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam menjaga kualitas udara melalui aksi sederhana. Salah satunya yaitu dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Hal tersebut dilakukan Mila Audia Putri, warga Kota Medan yang sehari-hari beraktivitas di luar ruang. Ia memilih berjalan kaki ketika tempat yang ia tuju dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
"Kalau memang jaraknya lebih dekat, alu pilih jalan kaki. Sebisa mungkin, untuk cari makan atau ke tempat lainnya, aku usahakan jalan kaki selagi dekat," katanya.
Selain mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk perjalanan jarak pendek, menghindari tindakan yang menyebabkan polusi seperti pembakaran sampah secara terbuka juga dapat membantu menjaga kualitas udara.
Kebiasaan-kebiasaan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk melestarikan kualitas udara di lingkungan perkotaan.
Artikel ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta MagangHub Kemnaker di detikcom
