Dari Skripsi hingga Kerjaan, Alasan Anak Muda Pilih Berlama-lama di Coffee Shop

Dari Skripsi hingga Kerjaan, Alasan Anak Muda Pilih Berlama-lama di Coffee Shop

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Rabu, 23 Sep 2026 17:30 WIB
Young woman working in a cafe, using laptop and drinking coffee. Asian girl student with computer studying remotely, sitting on bench near shop.
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/benzoix)
Medan -

Saat berada di coffee shop sering ditemui pemandangan laptop terbuka di atas meja, dengan secangkir kopi di sampingnya. Saat ini, kebanyakan anak muda ke coffee shop tidak hanya sekadar nongkrong, namun juga untuk mengerjakan tugas skripsi hingga menyelesaikan pekerjaan.

Salah satunya dilakukan seorang mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Anggun. Ia mengaku hampir setiap hari datang ke coffee shop untuk mengerjakan skripsinya.

"Kalau saya di coffee shop itu hampir setiap hari, kecuali bimbingan. Tapi kalau hari ini bimbingan dan setelahnya ada revisi, saya ke coffee shop lagi untuk ngerjain revisi," ujar Anggun, Rabu (23/09/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, adanya fasilitas WiFi dan colokkan menjadi alasan dirinya memilih mengerjakan skripsi di coffee shop dibandingkan rumah. Sebab jika di rumah, maka ia harus menyiapkan kuota internet pribadi demi bisa mengerjakan tugas akhir kampusnya itu.

"Terutama ada WiFi, karena saya di rumah nggak ada WiFi, pakainya kuota. Di coffee shop juga ada colokkan, terus dingin, jadi lebih fokus karena nyaman," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain fasilitas, suasana coffee shop yang nyaman juga menjadi alasan. Apalagi, selain dirinya ada pengunjung lain yang juga melakukan aktivitas yang sama.

"Di coffee shop itu agak lebih tenang karena rata-rata juga banyak yang mengerjakan tugas, jadi nggak yang bising-bising banget," ucapnya.

Agar lebih fokus, Anggun kerap datang ke coffee shop seorang diri. Biasanya ia dapat menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk mengerjakan skripsinya.

Dalam sekali kunjungan, ia mengaku mengeluarkan kocek sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.

"Kalau untuk fokus biasanya sendiri, karena kalau sama teman takutnya nggak fokus dan malah ngomong-ngomong hal lain," tuturnya.

Sementara seorang pengunjung lainnya, Daniel mengaku datang ke coffee shop untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ia memilih coffee shop karena merasa lebih bebas dan leluasa.

Selain itu, menurutnya, coffee shop juga memberinya kesempatan untuk bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan atau aktivitas yang sama.

"Lebih bebas dan leluasa," ujarnya.

Daniel biasanya menghabiskan waktu sekitar 4-5 jam dalam sekali kunjungan. Biaya yang dikeluarkan sekali ke coffee shop sekitar Rp 75 ribu.

"Tempatnya nyaman dengan versi masing-masing, bisa membuat fokus sesuai dengan kebutuhan dan bisa berinteraksi dengan orang baru yang satu frekuensi," katanya.

Artikel ini ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, peserta MagangHub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Nongkrong Seru Tanpa Gadget, Mending Ngopi Sambil Photobox"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads