Seorang wanita asal Amerika Serikat, Katie Ping, mengalami rasa perut kembung terus menerus. Ia sempat mengira rasa kembung yang dialaminya hanya berkaitan dengan stres. Namun, keluhan tersebut ternyata menjadi tanda penyakit serius. Ia kemudian didiagnosis menderita kanker ovarium stadium 4 yang telah menyebar ke berbagai bagian tubuh.
Dikutip detikHealth dari People, Katie mulai menyadari perubahan pada perutnya ketika tengah disibukkan dengan urusan dua bisnis keluarga. Di waktu yang sama, ia juga mempersiapkan putranya untuk menjalani operasi jantung terbuka.
Karena aktivitas dan tekanan yang dihadapinya saat itu, Katie mengira gangguan pencernaan yang muncul hanya merupakan dampak stres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua bulan berselang, kondisi perut Katie semakin berubah. Perutnya terlihat membesar dan ia mulai merasakan nyeri di sekitar pusar. Wanita berusia 69 tahun itu kemudian memutuskan berkonsultasi dengan dokter.
Awalnya, Katie berharap dokter akan memberinya rujukan untuk menjalani kolonoskopi. Namun, seorang perawat justru menyarankan pemeriksaan menggunakan CT scan.
Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menunjukkan kondisi yang tidak disangka-sangka. Katie ternyata mengidap kanker ovarium stadium 4 yang telah menyebar ke seluruh tubuhnya.
"Saya benar-benar terkejut," katanya. "Saya bahkan tidak bisa mengucapkan semua kata-kata itu, dan saya sangat, sangat panik. ... Saya dan suami saya seperti rusa yang terkejut melihat lampu sorot," tambahnya.
Setelah mendapatkan diagnosis, Katie mulai mencari berbagai pilihan pengobatan. Ia kemudian mendapat bantuan dari seorang kerabat yang menghubungkannya dengan Dr Premal Thaker, ahli onkologi dari Fakultas Kedokteran Washington University.
Menurut Thaker, kanker ovarium cukup sering baru diketahui ketika penyakit tersebut sudah memasuki tahap lanjut. Salah satu penyebabnya adalah belum adanya pemeriksaan skrining rutin untuk kanker ovarium. Selain itu, gejala awal penyakit ini juga relatif mudah disalahartikan atau diabaikan.
Dalam kasus Katie, kondisi kanker yang sudah cukup lanjut membuat Thaker merekomendasikan kemoterapi terlebih dahulu. Pengobatan tersebut dilakukan untuk membantu mengecilkan tumor sebelum pasien menjalani operasi.
Setelah menjalani beberapa kali kemoterapi, Katie kemudian menjalani operasi pada Februari 2025.
Operasi tersebut mencakup prosedur histerektomi. Dokter juga memeriksa sejumlah organ lain untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Thaker mengatakan prosedur berjalan dengan baik. Dari pemeriksaan selama operasi, tidak ditemukan tanda-tanda kanker di bagian tubuh lainnya.
"Saya menjalani kemoterapi setiap tiga minggu, dan setiap kali saya pergi, saya disambut oleh (Thaker) dengan kabar positif," kata Ping, dikutip dari CBS News.
Setelah menjalani operasi, Katie membutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Setelah itu, ia kembali menjalani kemoterapi untuk membasmi sel kanker yang kemungkinan masih tersisa.
Katie juga menjalani beberapa kali infus imunoterapi. Pengobatan tersebut ditujukan untuk membantu menurunkan risiko kanker kembali muncul.
Hingga kini, Katie masih menjalani pengobatan untuk mencegah kekambuhan. Ia mengonsumsi obat kemoterapi dalam bentuk pil setiap hari sebagai bagian dari perawatan lanjutan.
