Jalur utama di Dusun II, Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, amblas hampir seluruh ruas jalan. Pemprov Sumut sedang melakukan perbaikan jalan amblas tersebut dan ditargetkan selesai akhir tahun.
"Lagi dikerjakan, target selesai akhir tahun sesuai dengan kontrak," kata Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Sumut, Chandra Dalimunthe, Selasa (22/9/2026).
Chandra menjelaskan jika lokasi itu sudah amblas sebelum awal September ini. Waktu amblas membesar di awal September, pihaknya sudah melakukan kontrak dengan pemenang tender.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itukan sempat amblas, belum parah waktu itu, sudah kita rencanakan (perbaikan), pas kejadian itu sudah berkontrak," ucapnya.
Dalam laman LPSE Sumut, diketahui jika PT Kuparhi Jaya memenangkan tender. Nilai kontrak tender sebesar Rp 6,9 miliar.
Sebelumnya diberitakan, video yang menampilkan jalan utama di Dusun II, Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), amblas, viral di media sosial. Kini akses jalan tersebut terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Dalam video beredar yang dilihat detikSumut, Selasa (8/9/2026), terlihat badan jalan amblas akibat longsor hingga hampir memutus seluruh akses utama. Pengendara roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas di lokasi tersebut.
Kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban. Saat ini, jalan di sekitar lokasi ditutup untuk menghindari munculnya korban.
Kasi Humas Polres Deli Serdang, Iptu JB Gabe Napitupulu membenarkan peristiwa tersebut. Polisi bersama pihak terkait saat ini tengah mencari jalur alternatif agar warga tetap dapat melintas menuju desa maupun kecamatan lainnya.
"Iya benar, saat ini jalan sedang dialihkan bekerja sama dengan Forkopimda," kata Gabe saat dikonfirmasi detikSumut, Selasa (8/9).
Dia mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab amblasnya jalan tersebut. Namun, diduga akibat tingginya curah hujan di kawasan tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan longsor maupun bencana alam lainnya," ujarnya.
