Rencana Prabowo Bikin Bensin dari Batu Bara

Rencana Prabowo Bikin Bensin dari Batu Bara

Tim detikFinance - detikSumut
Senin, 21 Sep 2026 08:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Foto: Dok. YouTube PAN TV
Jakarta -

Setelah berhasil mengembangkan penggunaan solar yang dicampur minyak kelapa sawit hingga 50 persen atau B50 sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor, pemerintah kini menyiapkan pengembangan sumber energi alternatif lainnya. Salah satu yang tengah dibidik adalah produksi bensin dengan bahan baku batu bara.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan para akademisi dan profesor dari berbagai fakultas teknik di Indonesia telah berhasil mengembangkan bahan bakar yang berasal dari sumber daya dalam negeri, salah satunya minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

Menurut Prabowo, pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya lokal tersebut perlu terus dilanjutkan. Selain solar berbasis minyak sawit, pemerintah juga berencana mengembangkan bensin yang menggunakan batu bara sebagai bahan dasarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo dalam acara Syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, dilansir detikFinance, Sabtu (19/9/2026).

Sebelumnya, pemerintah telah meningkatkan penggunaan campuran minyak sawit dalam solar hingga mencapai B50. Prabowo menyebut penerapan kebijakan tersebut telah membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu capaian yang ingin dipertahankan pemerintah dalam upaya meningkatkan kemandirian energi nasional.

"Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri," tutur Prabowo.

Prabowo menilai penghentian impor solar dapat membantu Indonesia menghadapi risiko krisis energi. Menurutnya, situasi geopolitik global yang masih diwarnai berbagai konflik telah berdampak terhadap ketersediaan pasokan solar di sejumlah negara.

"Hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri. Dari mana? Dari kelapa sawit," ucapnya.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor, pengembangan bahan bakar dari sumber daya domestik dinilai dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi Indonesia. Pemerintah kini juga mulai mengarahkan perhatian pada pengembangan bensin berbasis batu bara sebagai alternatif sumber bahan bakar di masa mendatang.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads