Korut Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Jepang, Korsel Langsung Rapat Darurat

Internasional

Korut Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Jepang, Korsel Langsung Rapat Darurat

Tim detikNews - detikSumut
Minggu, 20 Sep 2026 20:30 WIB
People sit near a television screen showing a news broadcast with file footage of a North Korean missile test, at a train station in Seoul on September 20, 2026. North Korea fired a ballistic missile off its east coast on September 20, South Koreas military said, days after Pyongyang reaffirmed its status as a nuclear-armed state. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Berita peluncuran rudal Korut ke Laut Jepang (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
Jakarta -

Korea Utara kembali meluncurkan rudal ke arah perairan di lepas pantai timurnya. Sedikitnya dua proyektil dan satu rudal balistik ditembakkan di tengah kembali ditegaskannya status Pyongyang sebagai negara pemilik senjata nuklir.

"Militer kami mendeteksi sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Wonsan, Korea Utara, ke arah Laut Timur sekitar pukul 15.00 (06.00 GMT)," demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, dilansir detikNews dari AFP, Minggu (20/9/2026).

Menurut militer Korea Selatan, peluncuran pertama berlangsung sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Rudal tersebut diluncurkan dari sekitar Wonsan dan menempuh jarak sekitar 450 kilometer (280 mil) sebelum jatuh ke Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peluncuran kedua kemudian dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan setelah pukul 18.00. Namun, Seoul belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai jenis maupun karakteristik proyektil yang diluncurkan dalam kejadian tersebut.

Aksi terbaru ini berlangsung delapan hari setelah Korea Utara kembali menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Jepang. Pyongyang kemudian menyebut aktivitas tersebut sebagai bagian dari latihan gabungan kekuatan tembak.

ADVERTISEMENT

Peluncuran kali ini juga terjadi setelah Korea Utara pada pekan yang sama menolak resolusi badan pengawas nuklir PBB yang menyerukan penghentian aktivitas nuklir negara tersebut.

Militer Korea Selatan kini memperketat pemantauan dan meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan adanya peluncuran rudal lanjutan. Seoul juga melakukan koordinasi dengan Amerika Serikat dan Jepang.

Korea Selatan, AS, dan Jepang "saling berbagi informasi secara intensif" terkait peluncuran tersebut.

"Otoritas Korea Selatan dan AS sedang melakukan analisis mendalam untuk menentukan... spesifikasi pastinya," tambah pernyataan tersebut.

Pemerintah Jepang turut mengonfirmasi adanya peluncuran rudal dari Korea Utara. Kantor Perdana Menteri Jepang menyampaikan melalui platform X bahwa proyektil yang ditembakkan tersebut "diduga sebagai rudal balistik".

Kementerian Pertahanan Jepang selanjutnya menyatakan bahwa proyektil tersebut "telah jatuh", tetapi tidak memberikan keterangan lebih detail mengenai lokasi maupun waktu jatuhnya.

Tokyo kemudian menyampaikan "protes keras" kepada Pyongyang. Pemerintah Jepang mengecam peluncuran tersebut sebagai tindakan yang mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Kyodo dengan mengutip pernyataan pemerintah Jepang.

Korsel Gelar Rapat Keamanan Darurat

Setelah peluncuran rudal tersebut, Kantor Keamanan Nasional kepresidenan Korea Selatan langsung mengadakan rapat keamanan darurat. Pertemuan itu digelar untuk membahas langkah yang perlu diambil Seoul sekaligus mengevaluasi dampak peluncuran terhadap keamanan nasional.

Pemerintah Korea Selatan mendesak Korea Utara untuk "segera menghentikan" peluncuran rudal balistik. Seoul menilai tindakan Pyongyang tersebut sebagai "tindakan serius" yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads