Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau lokasi longsor di Desa Sanehen, Kecamatan Silih, Aceh Tengah yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Dody meminta lokasi itu dilakukan uji geoteknik terlebih dulu sebelum dilakukan penanganan.
Pantauan detikSumut, Dody dan rombongan berhenti di pinggir jalan melihat bekas longsoran di belakang rumah warga, Jumat (18/9/2026). Satu rumah di sana hancur total sehingga puing-puingnya sudah ditumpuk di lokasi.
Sementara satu rumah mengalami kerusakan di bagian dapur. Tanah yang longsor merupakan kebun kopi yang letaknya persisnya di belakang rumah yang hancur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi, Dody sempat berbincang dengan kepala desa setempat. Berdasarkan penjelasan kepala desa, longsor di tempat tersebut baru pertama kali terjadi.
"Supaya yang kita kerjakan ke depan itu lebih komprehensif, saya minta dilakukan uji geoteknik dulu," kata Dody kepada wartawan.
Menurutnya, uji geoteknik diperlukan untuk mengetahui kualitas tanah sehingga dapat dilakukan penanganan. Kementerian PU juga akan melihat mekanisme yang dilakukan untuk menyelamatkan beberapa rumah di lokasi.
"Kalau memang masih bisa kita perbaiki tanahnya, kita perkuat tanahnya, kita akan perkuat," jelas Dody.
Sebelumnya, 13 warga di Aceh Tengah terluka dan satu orang meninggal dunia akibat tertimbun longsoran. Musibah itu terjadi saat mereka sedang kumpul keluarga di salah satu rumah.
Longsoran terjadi di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Minggu (13/9) sore. Kejadian itu menyebabkan dua rumah rusak berat dan satu rumah rusak sedang.
"Rumah tertimbun longsoran salah satunya milik Aliyah (74). Ketika kejadian di rumah tersebut sedang ada acara arisan keluarga yg diikuti anggota keluarga besar," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika kepada wartawan, Senin (14/9).
Keluarga yang datang acara berasal dari Kampung Paya Reje, Kecamatan Kebayakan dan Kampung Bintang. Menurut Andalika, longsor menyebabkan enam warga Sanehen dan tujuh orang dari luar Desa Sanehen terluka.
Ke-13 korban luka saat ini sudah mendapatkan penanganan di rumah sakit Datu Beru, Aceh Tengah. Sementara satu korban Nazila (9) asal Desa Paya Reje meninggal dunia.
