Video atlet Australia, Joanna Wietrzyk, yang 'cepirit' saat race di HYROX Beijing viral di media sosial. Joanna pun meminta maaf atas peristiwa tersebut.
Awalnya Joanna mengaku salah karen 'cepirit' saat race. Menurut dia, harusnya dirinya membuat pilihan lain.
"Saya bertanggung jawab atas pilihan untuk melanjutkan (lomba) dan minta maaf sekali atas ketidaknyamanan dan gangguan yang ditimbulkan," tulis Joanna dalam pernyataan pribadi yang diunggahnya di media sosial dikutip detikHealth.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di awal lomba, Joanna mengaku merasa bugar dan sehat. Sama sekali ia tidak menyangka akan mengalami gangguan kesehatan, hingga akhirnya insiden diare tersebut viral di media sosial.
Dalam pernyataannya, Joanna juga mengaku sadar tindakannya berdampak tidak hanya pada dirinya dan karenanya ia minta maaf kepada semua yang terdampak. Dari pengalaman tersebut ia belajar, ada banyak hal yang lebih penting selain lomba dan bahwa semestinya ia tahu kapan harus berhenti.
"Sebagai refleksi saya memutuskan untuk secara retroaktif mundur dari lomba dan merelakan poin yang saya dapat," tegasnya.
Selain memutuskan mundur dari lomba, ia juga menarik diri dari kegaduhan untuk sementara waktu. Ia ingin memanfaatkan waktu sementara untuk recovery, refleksi dan fokus pada dirinya sendiri maupun keluarganya.
Joanna jadi perbincangan hangat belakangan ini, setelah berbagai footage viral menunjukkan dirinya berlaga di HYROX Beijing pada Sabtu (12/9) dalam kondisi berlumuran kotoran, diduga karena diare parah. Insiden tersebut menuai polemik lantaran ia tetap melanjutkan lomba, dan bahkan finish pertama di kategori PRO Women dengan catatan waktu yang impresif.
Fakta bahwa Joanna tidak didiskualifikasi karena kondisi tersebut dinilai ironis, mengingat HYROX sebenarnya punya aturan ketat soal biokontaminasi. Salah satu aturan dalam rulebook yang berlaku menyatakan, ada penalti langsung bagi yang meludah maupun buang kotoran hidung.
Sayangnya, tidak ada aturan eksplisit tentang diare yang memang biasanya bersifat involuntary atau tidak disengaja. Salah seorang co-founder HYROX, Moritz Furste, mengaku akan melakukan perbaikan untuk mencegah situasi serupa terjadi di kemudian hari.
"Tentu saja, kami mulai memperbaiki proses penyelenggaraan acara, serta membuat perubahan rulebook segera," tulis mantan atlet hoki olimpiade tersebut, dalam unggahannya di Instagram.
Menyusul insiden kontroversial tersebut, sejumlah media melaporkan HYROX telah memperbarui aturan lomba. Dikutip dari ESPN, aturan baru tersebut memberi wewenang bagi race director untuk mengeluarkan atlet jika darah, muntahan, urine atau feses memberikan risiko kontaminasi bagi atlet yang bersangkutan maupun peserta lain. Dalam situasi ini, atlet akan dinyatakan Did Not Finish (DNF).
Di situs resminya, HYROX juga telah meng-update Rulebook season 2026/2027. Salah satu perubahan bisa ditemukan pada section 12.3 tentang Penalties:
"If a racer's blood, vomit, urine, or faeces poses a welfare or contamination risk to the racer or to other racers, a Race Director may withdraw the racer from the race on medical grounds, in line with HYROX's medical and hygiene SOPs. Any such withdrawal is recorded on the leaderboard as Did Not Finish [DNF]," tulis aturan tersebut.
Simak Video "Video: Heboh Babi Hutan Masuk Rumah Warga di Serdang Bedagai, 1 Orang Terluka"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
