Penyelaman Terkendala Cuaca, Basarnas Siapkan Opsi Balik KM Virgo

Penyelaman Terkendala Cuaca, Basarnas Siapkan Opsi Balik KM Virgo

Khairun Nias - detikSumut
Kamis, 17 Sep 2026 14:21 WIB
Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (dok.Basarnas)
Foto: Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (dok.Basarnas)
Banjarmasin -

Pencarian terhadap 129 korban KM Virgo Transport 8 yang masih hilang di Laut Jawa masih terus berlangsung. Namun, rencana operasi bawah air (under water) yang menjadi salah satu metode pencarian belum dapat dilakukan. Basarnas pun menyiapkan alternatif lain untuk menemukan dan mengevakuasi para korban.

Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii mengatakan, salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah menggunakan Self-Righting Kit, yakni upaya membalik posisi kapal agar kembali seperti semula. Meski demikian, metode tersebut membutuhkan waktu cukup panjang.

"Kemarin disampaikan tim ahli yang memiliki pengalaman andai semua lancar, proses self kit ini akan memakan waktu kira-kira 24 jam," ujar Syafii, Rabu (16/9/2026) melansir detikKalimantan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syafii menjelaskan pelaksanaan Self Kit juga berpotensi menghadapi berbagai kendala. Jika hal tersebut terjadi, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, Basarnas masih mengkaji sejumlah kemungkinan dalam menentukan langkah penyelamatan berikutnya.

"Apabila (dalam operasi) ada kesulitan akan memakan waktu beberapa lama lagi, dan kita tidak tau kondisi apa yang akan kita hadapi nanti, itu adalah rencana yang akan kita laksanakan dan berproses," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, sejak hari kedua pencarian terhadap 129 korban KM Virgo Transport 8, Basarnas telah mempertimbangkan metode penyelaman untuk mengecek kondisi di dalam kapal. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan akibat cuaca buruk dan tingginya gelombang di lokasi kejadian.

Memasuki hari keempat pencarian, operasi penyelaman masih terus dipersiapkan. Akan tetapi, kondisi arus laut yang terlalu deras menjadi salah satu kendala. Kecepatan arus tercatat melebihi batas aman yang ditetapkan, yakni maksimal 0,5 knot.

Meski menghadapi sejumlah kendala dalam proses pencarian, Syafii memastikan Basarnas akan terus mengupayakan berbagai metode untuk menemukan dan mengevakuasi para korban yang masih dinyatakan hilang.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads