BGN Kembangkan Aplikasi Penilaian MBG, Kepsek Bisa Beri Bintang untuk Dapur

BGN Kembangkan Aplikasi Penilaian MBG, Kepsek Bisa Beri Bintang untuk Dapur

Devita Savitri - detikSumut
Kamis, 17 Sep 2026 14:39 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengembangkan aplikasi untuk melakukan penilaian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aplikasi tersebut nantinya dapat digunakan oleh kepala satuan pendidikan atau kepala sekolah serta guru.

"Nantinya kami itu akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk kemudian, semacam seperti di ojek online, Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu. Ini lagi kita kembangkan," kata Sugaryono, Rabu (16/9/2026) melansir detikEdu.

Menurut Sudaryono, aplikasi tersebut dibuat untuk membantu BGN melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan MBG di sekolah. Saat ini, sistem tersebut masih dalam proses pengembangan dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1-3 minggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini kami sudah mengembangkan semacam aplikasi kurir MBG, di mana MBG yang dikirim ke sekolah itu pada saat serah terima itu ada prosesnya, sehingga kita bisa memonitor. Tentu saja kami perlu waktu, mungkin 1-3 minggu ini," bebernya.

Nantinya, kepala sekolah dapat memberikan penilaian terhadap pelayanan dapur MBG yang menjadi mitra sekolah masing-masing. Penilaian tersebut dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas menu hingga ketepatan waktu pengiriman.

ADVERTISEMENT

"Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat dan lain sebagainya, itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan ya," ucap sosok yang akrab dipanggil Mas Dar itu.

Sudaryono mengatakan BGN ingin memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan penerima manfaat MBG melalui sistem tersebut. Menurutnya, peserta didik merupakan konsumen yang berhak mendapatkan makanan bergizi dengan kualitas yang baik.

"Kalau di dapur lain peserta didik bisa mendapatkan MBG yang bagus, maka kenapa di tempat lain enggak bisa bagus? Maka kami ingin lebih mendapatkan feedback dari Bapak-Ibu kepala sekolah semua," sampainya.

Kepala Sekolah Diminta Tak Ragu Melapor

Selain mengembangkan aplikasi penilaian, Sudaryono meminta para kepala sekolah tidak ragu melaporkan apabila menemukan kesalahan maupun dugaan kecurangan yang dilakukan dapur SPPG kepada BGN.

Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat dapur SPPG yang tidak melakukan perbaikan meski sebelumnya telah mendapat teguran dari pihak sekolah.

"Saya minta dan saya mohon kepada Bapak Ibu Kepala Sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami, karena kadang-kadang kalau ngomong sama dapur SPPG-nya sudah dibilangin Bapak Ibu guru, Bapak Ibu kepala sekolah engga bisa nutup dapur, maka mereka tidak mengindahkan itu. Maka harus dilaporkan ke saya," tegasnya.

Menurut Sudaryono, laporan juga dapat disampaikan melalui email resmi BGN di alamat saluran_gurupicMBG@bgn.go.id. Keluhan maupun protes dapat langsung ditujukan kepada BGN dengan ditembuskan kepada Sudaryono.

BGN, lanjut dia, juga akan menyiapkan kanal WhatsApp khusus. Kanal tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dengan kepala sekolah maupun guru terkait pelaksanaan program MBG.

Jika pengembangan aplikasi telah selesai, Sudaryono mengatakan pihaknya akan kembali berkomunikasi dengan para kepala sekolah dan guru untuk mendapatkan masukan mengenai pelaksanaan MBG di sekolah.

"Untuk kemudian bisa memberikan feedback manakala di dapur-dapur yang melayani sekolah Bapak-Ibu pimpin ini itu kemudian apakah bagus, enggak bagus, kurang bagus, menunya ini dan lain sebagainya bisa kami dapatkan," bebernya.

"Dapur itu memang tidak takut ya sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa ter-connect dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia, sehingga nanti manakala ada hal-hal komplain, masalah keluhan, dan lain sebagainya bisa kami follow up," imbuh Sudaryono lagi.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads