Video sejumlah pria yang mengaku sebagai warga Batam dan meminta difasilitasi pulang dari Kamboja viral di media sosial. Pemerintah Kota (Pemkot) Batam telah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga untuk menelusuri keberadaan dan aktivitas kelima warga tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan mengatakan pihaknya telah menerima identitas lima warga Batam yang berada di Kamboja. Kelima orang tersebut kini akan ditelusuri lebih lanjut terkait alasan dan bagaimana mereka bisa berada di negara tersebut.
"Ya, mereka sudah komunikasi. Sudah menyampaikan nama-namanya, nama-namanya sudah pas semua," kata Rudi saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudi menyebutkan, koordinasi dilakukan bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.
"Dan koordinasinya BP2MI, Kemlu, dan Kedubes Kamboja," ujarnya.
Rudi menjelaskan, penelusuran akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana kelima warga tersebut bisa sampai ke Kamboja, termasuk aktivitas yang mereka lakukan selama berada di sana.
"Jadi akan ditelusuri siapa orang mengurus keberangkatan mereka , caranya mereka sampai di situ. Tapi itu tugas kepolisian," Ujarnya.
Dia menyebut lembaga negara terkait akan melakukan langkah selanjutnya setelah identitas kelima warga tersebut dipastikan.
"Itu selanjutnya, ini kan sudah dapat dulu nama-namanya, identitasnya," ujarnya.
Terkait kemungkinan pemulangan kelima warga tersebut ke Indonesia, Rudi mengatakan mekanismenya masih akan dibahas oleh pihak-pihak terkait. Pemerintah akan melihat terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan penanganan terhadap mereka.
"Untuk pemulangan itu nanti mekanismenya. Nanti akan dikelola, dipersiapkan bagaimana, apakah memang perlu dipulangkan atau seperti apa," katanya.
Adapun lima warga Batam yang teridentifikasi berada di Kamboja tersebut yakni, MS (28), warga Tanjung Riau, Sekupang, MFH (26), warga Sagulung, AG (33), warga Tiban Lama, F (28), warga Bengkong dan Z. (25), warga Tiban Lama.
Rudi memastikan untuk sementara ini baru lima warga Batam tersebut yang berhasil diidentifikasi.
"Yang lima itu aja baru dapat," ujarnya.
