Universitas Sumatera Utara (USU) siap membentuk Center of Excellence (CoE) Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI). Pusat unggulan ini dihadirkan untuk memperkuat riset hingga kebijakan hijau di Provinsi Sumatera Utara.
Pembentukan pusat unggulan ini merupakan hasil kolaborasi antara USU, Oxford Policy Management (OPM), dan PT Hatfield Indonesia melalui Program Low Carbon Development Initiative Phase 2 (LCDI-2). CoE PRKBI dirancang menjadi wadah pengembangan riset, penguatan kebijakan, pemodelan data, hingga pusat kemitraan multipihak di Sumut.
Wakil Rektor III USU, Prof. Himsar Ambarita menegaskan kesiapan pihak kampus untuk memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita siap mensupport penuh pembentukan CoE PRKBI ini. Inisiatif ini sangat sejalan dengan misi USU dalam memastikan pembangunan berkelanjutan dapat terwujud. Pembentukan CoE PRKBI menjadi salah satu fokus penting USU ke depan, dan kami berharap melalui pusat unggulan ini, USU dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat implementasi PRKBI di Provinsi Sumatera Utara," ungkap Prof. Himsar saat membuka Focus Group Discussion (FGD) pembentukan Center of Excellence (CoE) PRKBI di Ruang Senat Rektorat Kampus USU, Senin (14/9/2026).
Pada kesempatan yang sama, Senior Provincial Coordinator LCDI-OPM, Agus Marwan menyampaikan apresiasinya atas komitmen USU. Ia menilai langkah ini sangat krusial sebagai simpul kolaborasi berbagai pihak.
"Komitmen USU untuk membentuk kelembagaan CoE PRKBI merupakan langkah strategis yang sangat penting. Kami berharap pusat unggulan ini dapat menjadi simpul kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan dalam mendukung transformasi menuju pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Sumatera Utara," tuturnya.
Dukungan serupa datang dari Bapperida Provinsi Sumatera Utara. Perwakilan Bapperida Sumut, Andriadi menekankan bahwa hadirnya CoE PRKBI di USU dapat memberikan pilar bantuan teknis dan ilmiah bagi pemerintah daerah-mulai dari proses perencanaan, implementasi program, hingga penguatan kapasitas.
FGD yang difasilitasi oleh Public Policy Specialist PT Hatfield Indonesia, Hamdani Harahap, ini turut dihadiri perwakilan Bapperida Kota Medan, Bapperida Kota Binjai, serta Bapperida Kabupaten Deli Serdang. Masukan dari para peserta akan digunakan sebagai acuan dasar dalam menyusun kerangka kelembagaan dan rencana aksi CoE PRKBI ke depan.
Program Low Carbon Development Initiative (LCDI) merupakan program kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas dan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) dalam mendorong implementasi pembangunan rendah karbon di Indonesia.
