5 Bayi Orang Utan yang Ditemukan di India Diduga dari Sumatera

5 Bayi Orang Utan yang Ditemukan di India Diduga dari Sumatera

Tim detikNEw - detikSumut
Sabtu, 12 Sep 2026 09:28 WIB
Misteri lima bayi orang utan di hutan India, korban perdagangan satwa dari Indonesia atau Malaysia?
Bayi orang utan ditemukan di India (Foto: BBC World)
Jakarta -

Lima bayi orang utan yang ditemukan di India bikin heboh. Pasalnya orang utan bukan lah hewan asli dari India. Bayi orang utan itu diduga berasal dari Pulau Sumatera. Pemerintah Indonesia pun kini tengah mengupayakan agar kelima satwa tersebut dapat dipulangkan ke habitat asalnya.

Kelima bayi orang utan itu ditemukan oleh petugas kehutanan setempat di kawasan hutan Blok Bhogarai/Udaipur, Jaleswar, Distrik Balasore, Negara Bagian Odisha, India, pada Selasa (8/9/2026). Lokasi penemuan berada tidak jauh dari perbatasan Negara Bagian Bengal Barat.

Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Kehutanan yang dikutip detikNews, pada Sabtu (12/9/2026), kelima orang utan tersebut diperkirakan masih berusia antara 1 hingga 1,5 tahun. Saat ditemukan, seluruh satwa berada dalam kondisi sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk sementara, kelima bayi orang utan telah dievakuasi dan ditempatkan di Nandankan Zoological Park, Bhubaneswar, India, guna mendapatkan perawatan serta penanganan lebih lanjut.

"Dari pengamatan awal terhadap ciri fisik dan morfologinya, kelima satwa tersebut diduga merupakan orang utan yang berasal dari Pulau Sumatera," kata Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Ahmad Munawir dalam keterangannya, Kamis (10/9).

ADVERTISEMENT

Ahmad menjelaskan, dugaan tersebut masih berdasarkan identifikasi awal. Kepastian mengenai jenis dan asal-usul genetik kelima satwa itu nantinya akan ditentukan melalui pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh otoritas ilmiah berwenang.

"Orang utan bukan merupakan satwa asli India. Habitat alami orang utan hanya terdapat di Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Sumatera dan Borneo. Oleh karena itu, keberadaan lima bayi orang utan di India menimbulkan dugaan kuat bahwa satwa tersebut merupakan korban dari aktivitas perdagangan dan penyelundupan satwa liar," katanya.

Pemerintah Indonesia Upayakan Pemulangan

Kementerian Kehutanan Indonesia telah mengambil sejumlah langkah untuk mempercepat proses pemulangan kelima orang utan tersebut ke Tanah Air.

Koordinasi dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk Management Authority CITES India, Kedutaan Besar India di Jakarta, Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai Scientific Authority, serta Kementerian Pertanian.

Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan proses penanganan dan repatriasi berjalan sesuai aturan hukum nasional maupun ketentuan internasional yang berlaku.

"Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan hukum nasional maupun mekanisme internasional, termasuk ketentuan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES)," tuturnya.

Selain berkoordinasi dengan otoritas pemerintah, Kementerian Kehutanan juga menggandeng sejumlah organisasi konservasi yang berpengalaman dalam penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran orang utan.

Beberapa lembaga yang dilibatkan antara lain Yayasan Ekosistem Leuser (YEL), Jaringan Satwa Indonesia (JSI), Center for Orangutan Protection (COP), serta Forum Orangutan Indonesia (FORINA).

"Para mitra tersebut telah menyatakan kesiapan untuk mendukung Kementerian Kehutanan dalam proses repatriasi dan selanjutnya penanganan serta rehabilitasi kelima bayi orang utan tersebut apabila telah dipulangkan ke Indonesia," ujarnya.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads