Catat, Ini 5 Makanan yang Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Jantung

Catat, Ini 5 Makanan yang Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Jantung

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Sabtu, 12 Sep 2026 08:00 WIB
Ilustrasi Burger
Foto: Ilustrasi Burger. (shutterstock)
Jakarta -

Banyak orang lebih fokus pada makanan yang perlu ditambahkan, seperti sayuran, serat, dan lemak sehat untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, penting juga untuk mengenali makanan yang mungkin berdampak buruk pada kesehatan jantung.

Dilansir dari detikHealth, sering mengonsumsi makanan tinggi natrium, lemak jenuh, karbohidrat olahan, serta gula tambahan lebih kuat kaitannya dengan risiko penyakit jantung. Bukan berarti sepenuhnya dihindari, cukup perhatikan seberapa banyak dan seberapa sering makanan-makanan ini dikonsumsi.

Berikut ini sejumlah makanan terburuk untuk kesehatan jantung menurut ahli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pastry-Donat

Menyantap donat setiap hari atau menjadikan pastry manis sebagai camilan rutin mungkin terasa menyenangkan. Akan tetapi kebiasaan tersebut justru berdampak kurang baik terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Makanan seperti donat, pastry, hingga roti manis biasanya dibuat dengan tepung olahan. Artinya, makanan ini tinggi karbohidrat sederhana dan rendah serat.

ADVERTISEMENT

Menurut ahli gizi Serena Pratt, MS, RDN., makanan rendah serat umumnya kurang membantu mendukung kadar kolesterol yang sehat serta mempertahankan kestabilan kadar gula darah.

Makanan-makanan ini juga sering mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi, yang membantu memberikan tekstur lembut hingga kenyal. Terlalu banyak lemak ini bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL dan dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

2. Burger Cepat Saji

Burger cepat saji termasuk dalam daftar makanan yang perlu diperhatikan karena umumnya mengandung tiga jenis zat gizi yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan jantung, yaitu lemak jenuh, natrium, dan karbohidrat olahan, menurut Pratt dan Ahli gizi Catherine Nguyen-Ward, DO.

Burger cepat saji biasanya terdiri dari patty daging sapi dan keju yang mengandung cukup banyak lemak jenuh, roti yang dibuat dari karbohidrat olahan, serta saus atau topping dengan kandungan natrium tinggi. Zat-zat tersebut merupakan beberapa komponen yang disarankan oleh American Heart Association (AHA) untuk dibatasi.

Burger cepat saji juga cenderung tinggi kalori. Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, asupan kalori yang tinggi dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan penumpukan lemak visceral.

Meski demikian, bukan berarti mengonsumsi burger sesekali menjadi masalah utama. Kekhawatiran lebih besar muncul ketika makanan seperti ini terlalu sering dikonsumsi hingga menggantikan makanan yang lebih minim proses dan mendukung kesehatan jantung, seperti kacang-kacangan, ikan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat membuat pola makan secara keseluruhan menjadi kurang baik bagi kesehatan jantung.

3. Ramen Instan (Mi Instan)

Pada makanan ramen instan atau mi instan, kekhawatiran terbesar terhadap kesehatan jantung biasanya adalah kandungan natriumnya yang sangat tinggi.

Satu kemasan mi instan bisa mengandung hingga 1.860 mg, artinya, satu mangkuk bisa memberikan 80 persen dari batas harian natrium yang direkomendasikan, yaitu sebesar 2.300 mg.

Kelebihan natrium berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Menurut Nguyen-Ward, mi-nya juga menjadi bagian dari permasalahan, sebab biasanya digoreng selama proses pengolahan.

Jika menyukai mi instan, ada beberapa cara untuk membuatnya sedikit lebih baik untuk kesehatan jantung. Coba hanya menggunakan sebagian bumbu atau menggantinya dengan bumbu sendiri. Kemudian, tambahkan protein tanpa lemak, seperti telur rebus atau ayam. Tambahkan pula sayuran seperti pakcoy, brokoli, jamur, atau wortel.

4. Minuman Manis

Minuman manis, seperti soda, teh manis, kopi, serta minuman energi, mengandung banyak gula tambahan dan sedikit nutrisi. Tak hanya itu, minuman ini dicerna dengan cepat dan tidak memberikan rasa kenyang dalam waktu lama.

Nguyen mengatakan, mengonsumsi terlalu banyak minuman manis bisa menyebabkan lonjakan gula darah, berkontribusi pada resistensi insulin, dan mendorong penumpukan lemak visceral, atau lemak berbahaya yang bisa memicu peradangan.

American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi gula tambahan tidak lebih dari 6 persen dari total kalori harian, atau sekitar 25 gram per hari untuk wanita dan 36 gram untuk pria. Sebagai contoh, satu kaleng cola berukuran 12 ons mengandung sekitar 37 gram gula.

5. Daging Olahan

Konsumsi daging olahan, seperti sosis dan hot dog, sebaiknya dibatasi. Mengonsumsi daging olahan secara teratur bisa mempersulit tubuh menjaga tekanan darah dan kolesterol LDL (jahat) dalam kisaran yang sehat.

Seiring waktu, kombinasi tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dengan memberi tekanan lebih pada jantung dan pembuluh darah, serta berkontribusi pada penumpukan plak di arteri.

"(Daging-daging tersebut) sering kali tinggi natrium dan lemak jenuh, yang keduanya dapat menurunkan kesehatan jantung seiring waktu," kata Pratt.

Penelitian juga menunjukkan bahwa daging olahan dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi, seperti penyakit jantung koroner dan stroke, secara bergantung pada dosis. Artinya, asupan yang lebih banyak dikaitkan dengan risiko yang lebih besar.

Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Indonesia Sehat Dimulai dari Kita"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads