Kenapa Wanita Lebih Sering Menangis dari Pria? Ini Hasil Risetnya

Kenapa Wanita Lebih Sering Menangis dari Pria? Ini Hasil Risetnya

Mei - detikSumut
Jumat, 11 Sep 2026 14:01 WIB
Woman crying in the living room
Foto: Getty Images/mapo
Medan -

Menangis sering dianggap sebagai hal yang lebih dekat dengan seorang wanita. Tidak sedikit yang menganggap wanita lebih mudah meneteskan air mata, sementara pria justru dituntut untuk terlihat kuat dan menahan emosi.

Dikutip dari penelitian Anna dkk dalam riset YouGov, terdapat perbedaan besar dalam frekuensi pria dan wanita menangis selama 12 bulan terakhir. 34% pria mengatakan mereka tidak menangis sama sekali dalam setahun terakhir dibandingkan dengan hanya 7% wanita, dan 18% wanita mengatakan mereka menangis setidaknya sekali seminggu dibandingkan dengan hanya 4% pria.

Perbedaan tersebut tidak sesederhana anggapan bahwa perempuan lebih emosional. Ada faktor biologis, sosial, serta norma gender yang ikut mempengaruhi bagaimana seseorang mengekspresikan emosinya melalui tangisan. Namun, apakah benar perempuan memang lebih sering menangis daripada laki-laki?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak kecil, perempuan cenderung lebih banyak diberi ruang untuk menunjukkan kesedihan. Sedangkan laki-laki lebih sering mendapat pesan bahwa mereka harus kuat dan tidak mudah menangis. Akibatnya, laki-laki lebih memilih menahan kesedihannya atau mengekspresikannya dengan cara yang lain.

ADVERTISEMENT

Jellesma dan Vingerhoets menjelaskan bahwa norma sosial dapat membuat anak laki-laki belajar untuk tetap mengendalikan air mata karena menangis dianggap kurang sesuai dengan gambaran laki-laki yang harus kuat. Dengan demikian, seseorang mungkin bukan tidak merasakan emosi, tetapi belajar untuk tidak menunjukkannya melalui tangisan.

Lingkungan sosial juga ikut menentukan apakah seseorang merasa nyaman untuk menangis. Hal ini terjadi karena sejumlah orang lebih mungkin menangis ketika berada dengan orang terdekat. Hal ini menunjukkan bahwa menangis tidak hanya merupakan respons pribadi terhadap emosi, tetapi juga berkaitan dengan hubungan sosial.

Frekuensi tangisan yang lebih rendah tidak otomatis berarti laki-laki lebih sedikit mengalami kesedihan atau tekanan. Norma yang menganggap menangis sebagai tanda kelemahan dapat membuat sebagian laki-laki lebih memilih menahan air mata, terutama ketika berada di depan orang lain.

Jika perempuan terlihat lebih sering menangis, hal tersebut tidak otomatis berarti mereka lebih lemah atau lebih emosional. Bisa jadi, mereka lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan, sementara laki-laki lebih sering belajar untuk menyimpan atau mengendalikan air mata sesuai dengan tuntutan lingkungan dan norma yang mereka temui.

Artikel ditulis Mei, Mahasiswi PKL Universitas HKBP Nommensen di detikcom

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Apakah Video Game Punya Pengaruh Besar Terhadap Agresi?"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads