Seorang warga negara (WN) Australia berinisial JDB (41) membuat keributan di kawasan Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Ia melempar gelas dan batu ke sebuah restoran pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.25 Wita. Aksi tersebut diduga dipicu kondisi stres akibat persoalan keluarga.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan JDB awalnya tiba di restoran Youtopia Bali Smoothie dengan mengendarai sepeda motor Yamaha XMax berwarna hitam dengan nomor polisi DK 6864 AFC.
Sesampainya di lokasi, JDB melempar sebuah gelas ke area pekarangan restoran. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 13.25 Wita, pria tersebut berjalan menuju kawasan Gabets Pub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seorang WNA tersebut melempar satu buah gelas ke dalam pekarangan Youtopia Bali Smoothie, kemudian sekitar pukul 13.25 Wita, WNA tersebut berjalan ke arah trotoar depan Gabets pub membuat keributan," jelasnya, Kamis (10/9/2026) melansir detikBali.
Sesampainya di trotoar depan Gabets Pub, JDB kembali membuat kegaduhan sembari melontarkan kata-kata kasar menggunakan bahasa Inggris. Ia kemudian mengambil sebuah paving blok dan melemparkannya ke papan reklame milik manajemen Gabets Pub yang berbahan kaca.
"Melempar gelas di Restaurant seberang kemudian melempar paving blok ke arah papan reklame milk management yang terbuat dari kaca," jelasnya.
Lemparan tersebut menyebabkan kaca papan reklame pecah. Perbuatannya juga membuat sejumlah pengunjung di sekitar lokasi merasa ketakutan.
Manajemen Gabet's Pub selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Kuta Selatan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap JDB pada Rabu (9/9/2026).
Dalam pemeriksaan, JDB mengakui seluruh perbuatannya. Ia menyebut tindakannya terjadi karena tidak mampu mengendalikan emosi setelah mengalami stres yang dipicu persoalan keluarga.
"Karena stress diakibatkan masalah keluarga, sehingga emosinya tidak terkontrol," sebut Adi.
Polisi menyebut pihak JDB dan korban telah menjalani proses mediasi. Kedua belah pihak kemudian sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan memilih jalan damai.
