detikBali

Bule Australia Lempar Gelas dan Batu ke Restoran di Pecatu, Ngaku Stres

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bule Australia Lempar Gelas dan Batu ke Restoran di Pecatu, Ngaku Stres


Fabiola Dianira - detikBali

Bule Australia ngamuk di resatauran di Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (8/9/2026). (Tangkapan layar akun Instagram @denpasarvira)
Foto: Bule Australia ngamuk di resatauran di Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (8/9/2026). (Tangkapan layar akun Instagram @denpasarvira)
Badung -

Seorang warga negara (WN) asal Australia berinisial JDB (41) melempar gelas dan batu ke restoran di Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.25 Wita. Aksi tersebut dipicu stres akibat masalah keluarga.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan awalnya JDB datang ke restoran Youtopia Bali Smoothie mengendarai sepeda motor Yamaha XMax warna hitam dengan nomor polisi DK 6864 AFC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia kemudian melempar satu buah gelas ke dalam pekarangan restoran tersebut. Setelah itu, sekitar pukul 13.25 Wita, JDB berjalan ke arah Gabets Pub.

"Seorang WNA tersebut melempar satu buah gelas ke dalam pekarangan Youtopia Bali Smoothie, kemudian sekitar pukul 13.25 Wita, WNA tersebut berjalan ke arah trotoar depan Gabets pub membuat keributan," jelasnya, Kamis (10/9/2026).

ADVERTISEMENT

Di trotoar depan Gabets Pub, JDB membuat keributan dengan mengucapkan kata-kata kasar dalam bahasa Inggris. Selanjutnya, ia melempar sebuah paving blok ke arah papan reklame milik manajemen Gabets Pub yang terbuat dari kaca.

"Melempar gelas di Restaurant seberang kemudian melempar paving blok ke arah papan reklame milk management yang terbuat dari kaca," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, kaca pada papan reklame pecah. Aksi pelaku juga membuat para pengunjung ketakutan.

Pihak Gabet's Pub kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Selatan. Polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan JDB pada Rabu (9/9/2026).

Setelah dilakukan introgasi mendalam, pelaku mengakui perbuatannya. JDB mengaku emosinya tidak terkontrol karena mengalami stres akibat masalah keluarga.

"Karena stress diakibatkan masalah keluarga, sehingga emosinya tidak terkontrol," jelas Adi.

Kedua belah pihak antara pelaku dan korban telah melakukan upaya mediasi dan menyepakati untuk menyelesaikan dengan cara kekeluargaan dan menempuh cara damai.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads