Penyebab Seseorang Alami De Javu

Penyebab Seseorang Alami De Javu

Yuni - detikSumut
Kamis, 10 Sep 2026 19:40 WIB
Ilustrasi manusia sedang berdiri
Ilustrasi (Foto: Unsplash/Debby Hudson)
Medan -

Pernah nggak merasa kalau suatu kejadian atau tempat itu sebenarnya sudah pernah dilalui, padahal kalau dipikir-pikir lagi, kita nggak pernah mengalaminya. Misalnya, saat pertama kali datang ke suatu tempat, tiba-tiba muncul perasaan, 'Sepertinya aku pernah di sini, ya?'.

Rasanya familiar, tetapi ketika mencoba mengingat kembali, tak ada kejadian yang benar-benar cocok dengan perasaan tersebut. Nah, pengalaman seperti ini disebut deja vu.

Deja vu berasal dari bahasa Prancis yang berarti "Sudah pernah dilihat". Fenomena ini terjadi ketika seseorang merasa sebuah keadaan yang sedang dialaminya terasa familiar, meskipun sebenarnya merupakan pengalaman baru

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari jurnal Current Directions in Psychological Science, psikolog Anne M. Cleary menjelaskan bahwa deja vu dapat berkaitan dengan 'familiarity-based recognition', yaitu ketika seseorang merasa mengenali sesuatu tetapi tidak dapat mengingat dari mana rasa familiar tersebut berasal.

ADVERTISEMENT

Hal seperti ini sebenarnya cukup masuk akal. Sebab manusia setiap hari melihat, mendengar, dan mengalami banyak hal. Ada berbagai detail kecil yang mungkin nggak benar-benar kita perhatikan, tetapi tetap tersimpan dalam ingatan.

Ketika suatu hari menemukan situasi yang memiliki kemiripan dengan pengalaman sebelumnya, otak bisa saja menangkap kemiripan tersebut dan memberikan rasa familiar. Misalnya, kalian sedang berkunjung ke rumah teman untuk pertama kalinya.

Tiba-tiba posisi sofa, bentuk jendela, cahaya yang masuk, sampai suasana ruangannya terasa sangat familiar. Kalian mungkin merasa pernah berada di tempat tersebut, padahal sebenarnya belum pernah. Bisa jadi bukan tempatnya yang pernah didatangi, melainkan ada beberapa bagian dari suasana itu yang mirip dengan tempat atau pengalaman lain yang pernah kita lihat sebelumnya.

Deja vu tidak selalu muncul karena melihat suatu tempat. Percakapan, suara, suasana, bahkan susunan kejadian tertentu bisa membuat seseorang merasa familiar. Kadang kita baru menyadari rasa tersebut beberapa detik setelah sesuatu terjadi. Tiba-tiba muncul pikiran, "Eh, kayaknya aku pernah ngalamin kejadian yang sama." Padahal, bisa saja yang terasa familiar hanya bagian kecil dari kejadian tersebut.

Perasaan deja vu bisa membuat seseorang merasa seolah-olah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun itu tidak berarti bahwa perasaan seolah-olah bisa memprediksi kejadian berikutnya dapat dikatakan bisa melihat masa yang akan datang. Jadi, deja vu lebih berkaitan dengan pengalaman dan proses ingatan daripada kemampuan meramal.

Deja vu bisa menjadi salah satu contoh menarik tentang bagaimana otak bekerja dengan ingatan. Ketika ada bagian dari pengalaman baru yang terasa mirip dengan sesuatu yang pernah tersimpan dalam ingatan, rasa familiar bisa muncul begitu saja, hal ini bisa terjadi karena otak kalian sedang menemukan kemiripan dari sesuatu yang pernah kalian alami sebelumnya.

Artikel ditulis Yuni, mahasiswi PKL Unimed di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Siswi Keracunan MBG di Karo Diduga Alami Gangguan Ingatan"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads