Banyak yang beranggapan bahwa kebiasaan rutin minum teh manis atau kopi sebagai salah satu penyebab berat badan naik dan membuat perut buncit. Spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGk membeberkan fakta.
Dilansir detikHealth, dr. Yaze menjelaskan pada dasarnya teh atau kopi bukan menjadi penyebab utama berat badan naik atau perut membuncit. Perlu diketahui bahwa jumlah tambahan yang dicampurkan ke dalam minuman dan dikonsumsi secara terus menerus yang menjadi keroknya.
"Sebenarnya si gulanya yang meningkatkan visceral fat (lemak perut) tadi. Akhirnya perutnya jadi buncit, karena visceral fat akan bertambah terus," jelas dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Yaze, asupan gula berlebih tidak bisa diolah seluruhnya oleh tubuh. Kelebihan gula pada tubuh akan disimpan dalam bentuk cadangan energi seperti glikogen atau diubah menjadi lemak dan kolesterol.
Apabila kapasitas penyimpanan glikogen dan cadangan lemak sudah penuh, maka lemak tersebut akan 'salah parkir' atau mengendap di organ-organ dalam vital yang tidak seharusnya.
"Dia 'parkir' di organ-organ yang enggak seharusnya, misalnya di pankreas, jantung, atau di hati (liver). Jadi masalah-masalah lain yang terjadi, kayak fatty liver (perlemakan hati), diabetes tipe 2, bisa menyebabkan hipertensi juga. Jadi peradangan akibat kelebihan lemak itu nyata," tegas dr Yaze.
Demi mencegah bahaya peradangan serta penumpukan lemak visceral, maka dr Yaze menekankan pentingnya memangkas kadar gula harian. Meski begitu, bukan berarti harus menyetop total konsumsi gula.
"Bukan berarti enggak boleh sama sekali kita enggak makan gula. Masih boleh, tapi memang porsinya sudah mulai dikurangin. Karena selain meningkatkan gula darah, pasti akan menyebabkan penyakit-penyakit lain," tuturnya.
Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini
