Hubungan antara DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan Bupati Masinton Pasaribu memburuk. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution berharap konflik tersebut dapat diselesaikan karena yang dikorbankan masyarakat.
"Mudah-mudahan selesai lah, saya sih pengennya selesai, yang kasihan masyarakat, hal-hal seperti tentu yang dikorbankan masyarakat," kata Bobby Nasution, Rabu (9/9/2026).
Bobby menjelaskan jika penyaluran bantuan di Tapteng masih lambat dibanding daerah lain. Bobby mengaku sempat dimarahi ibu-ibu saat terakhir ke Tapteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi itu daerah bencana dan kita tahu Tapteng itu salah satu daerah yang hari ini penyaluran bantuannya masih sedikit lambat dibandingkan daerah lain, kami juga terakhir ke sana banyak yang marah-marah juga ibu-ibunya sama saya belum dapat bantuan dan segala macam, dikira kami yang tidak menyalurkan, saya hanya menyampaikan kalau kami tidak menyalurkan kenapa daerah lain sudah tersalurkan," jelasnya.
Oleh karena itu, Bobby mengajak semua pihak mengedepankan penyelesaian bencana terlebih dahulu. Bobby berharap, penyelesaian hubungan antara bupati dan DPRD bakal mengikuti.
"Ayo sama-sama lah, semangatnya untuk menyelesaikan bencana dululah, mudah-mudahan dari penyelesaian bencana habis itu penyelesaian hubungan antara bupati dan DPRD," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menurunkan tim ke Tapteng. Tim tersebut untuk memediasi permasalahan itu.
"Sudah ada tim dari Kemendagri yang turun ke sana, iya (untuk mediasi)," kata Tito Karnavian usai kegiatan IMT-GT di Medan, Rabu (9/9).
Tito belum mendetailkan sejak kapan tim Kemendagri turun ke Tapteng. Termasuk bagaimana implikasi hubungan buruk itu terhadap pemulihan pascabencana di Tapteng.
Sebab, berdasarkan penjelasan Ketua DPC Golkar Tapteng Joneri Sihite, hubungan buruk itu membuat Ranperda APBD Tapteng tidak disahkan di DPRD 2 tahun terakhir. Sehingga Masinton Pasaribu mengeluarkan Peraturan Kepala Daerah dalam 2 tahun terakhir untuk APBD.
"Masalah Perkada, kemarin saya sudah komunikasikan dengan Gubernur mau berbincang masalah ini, kalau nggak ada konpromi lagi merasa paling benar ya bisa aja arah ke sana," kata Joneri Sihite melalui sambungan telepon, Sabtu (5/9).
Untuk diketahui, lima partai politik mendesak agar Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu memaksimalkan penyerapan APBD tahun 2026 yang masih rendah dan bakal mewacanaka pemakzulan jika Masinton tidak meningkatkan penyerapan anggaran. Terbaru, Gerindra menarik pernyataan sikapnya.
Hal itu diketahui dari video yang beredar di media sosial yang dilihat, Sabtu (5/9/2026). Kelima partai politik itu adalah Gerindra, NasDem, Golkar, PKB, dan PAN.
"Kami duduk bersama dalam rangka menyikapi hal-hal yang saat ini sedang berkembang di Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya tentang kepemimpinan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu yang kami anggap lalai dan lemah di dalam menjalankan roda pemerintahan," kata Ketua DPC Gerindra Tapteng Hazmi Arif Simatupang dalam video.
