Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Durasi 15 Detik

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Durasi 15 Detik

Wilda Hayatun Nufus - detikSumut
Selasa, 08 Sep 2026 11:50 WIB
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat rangkaian letusan yang terjadi sejak Jumat (4/9) malam tersebut terindikasi sebagai pancaran lava (lava fountain) dengan durasi gempa letusan mencapai 21.600 detik dan amplitudo maksimum 70 milimeter yang merupakan intensitas tertinggi sepanjang tahun 2026. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Jakarta -

Gunung Anak Krakatau yang ada di Selat Sunda kembali erupsi hari ini. Tinggi kolom abu tak teramati, namun durasi erupsi hari ini mencapai 15 detik.

"Terjadi erupsi Gunung. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 05:08 WIB. Visual letusan tidak teramati," tulis PVMBG seperti dilansir detikNews, Selasa (8/9/2026).

Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik. Erupsi kedua terjadi pukul 05.34 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 05:34 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati," tulisnya.

ADVERTISEMENT

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm. Durasi erupsi 10 detik.

Masyarakat diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Masyakarat juga diimbau menjauhi aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan perkembangan terkini sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. BMKG memprakirakan sebaran abu bergerak menjauhi wilayah Indonesia per hari ini pukul 04.00 WIB.

"Sebaran abu vulkanik GAK diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia," demikian keterangan resmi BMKG.

Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 8 September 2026 pukul 04.00 WB, teridentifikasi sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft (1,8 km) teramati ke arah Selatan-Barat Daya, mencakup Samudera Hindia Barat Laut Banten.

Pada kondisi terkini, BMKG menyebut abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads