Efek Abu Vulkanik ke Mesin Pesawat yang Bikin Penerbangan Dibatalkan

Efek Abu Vulkanik ke Mesin Pesawat yang Bikin Penerbangan Dibatalkan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikSumut
Senin, 07 Sep 2026 13:30 WIB
Ilustrasi pesawat
Foto: Getty Images/Sjo
Jakarta -

Kementerian Perhubungan mencatat 467 penerbangan dibatalkan dan 150 ribu penumpang terdampak akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Ternyata abu vulkanik jika terkena mesin pesawat bisa bedampak serius hingga mengakibatkan mesin mati.

Dikutip detikNews dari laman Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (US. Geological Survey/USGS), menyebut berdasarkan pemantauan terhadap 79 insiden pesawat bertemu abu vulkanik, partikel abu vulkanik yang tajam dapat mengikis (mengabrasi) bilah kipas kompresor (compressor fan blades) saat terhisap ke dalam mesin. Tidak hanya itu, material silikat berkaca (glassy silicate) di dalam abu vulkanik memiliki titik leleh yang lebih rendah daripada suhu pembakaran pada mesin jet modern

Kondisi itu mengakibatkan partikel abu yang terhisap akan meleleh dengan cepat dan menumpuk sebagai endapan yang memadat kembali di bagian mesin yang lebih dingin. Endapan kaca gelap ini dapat terbentuk pada tepi depan bilah pengarah nosel turbin tekanan tinggi, sementara abu yang tidak meleleh dapat menumpuk di bagian rotor turbin tekanan tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, penumpukan abu tersebut menurunkan kinerja mesin, bahkan dapat menyebabkan kemacetan kompresor saat terbang (in-flight compressor stall) dan hilangnya daya dorong (loss of thrust power)

ADVERTISEMENT

Dari berbagai insiden yang tercatat, terdapat sembilan kejadian di mana mesin pesawat mengalami kegagalan fungsi (mati) di tengah penerbangan akibat abu vulkanik

Sebagai contoh, sebuah pesawat yang mengalami mati mesin pada keempat turbinnya akibat letusan Gunung Redoubt di Alaska pada tahun 1989.

4 Bandara Ditutup

Sebelumnya diberitakan perpanjangan penutupan penerbangan di empat bandara imbas abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan diperpanjang sampai pukul 18.00 WIB.

"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, beberapa bandara PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengalami penghentian operasional penerbangan sampai dengan 7 September 2026 pukul 18.00 WIB," tulis PT Angkasa Pura Indonesia dalam akun Instagramnya, Senin (7/9/2026).



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads