Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengakibatkan 467 penerbangan di sejumlah bandara batal. Kondisi itu membuat 150 ribu penumpang terdampak.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyebut jumlah tersebut berdasarkan data Kementerian Perhubungan hingga 6 September 2026. Tentunya, jumlahnya bisa bertambah.
"150 ribu penumpang saat ini masih stranded atau terdampar di bandara-bandara," ujar AHY dikutip detikFinance, Senin (7/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AHY mendorong seluruh pihak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Selain memastikan keselamatan penerbangan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap penanganan penumpang yang terdampak penutupan sementara sejumlah bandara.
"Prinsipnya adalah penumpang juga harus terus diberikan penjelasan, informasi yang akurat. Maskapai tidak boleh tidak terbuka. Walaupun ini force majeure, kita ingin mendorong agar maskapai juga bisa memberikan pelayanan yang baik," ujar AHY.
Dia meminta maskapai menyampaikan informasi secara jelas kepada penumpang terkait perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan. Pemerintah juga mendorong proses pengembalian tiket atau refund bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan dapat dilakukan dengan mudah.
"Termasuk bagaimana kalau refund karena tidak bisa terbang, ya harus bisa mudah untuk diberikan ganti rugi. Kemudian yang lain-lain kita terus amati dan kita terus dengarkan penjelasan dari pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk menjelaskan secara teknis," kata AHY.
