Kepulauan Riau

Kebakaran Lahan di Lingga Meluas Jadi 32 Hektare, Api Masuk Kebun Sagu

Alamudin Hamapu - detikSumut
Senin, 07 Sep 2026 11:51 WIB
Foto: Petugas melakukan pemadaman kebakaran hutan di Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga.(Dok BPBD Lingga)
Lingga -

Kebakaran lahan di Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), pada 22 Agustus hingga saat ini masih berlangsung. Luas lahan yang terbakar kini mencapai sekitar 32 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga Oktanius Wirsal mengatakan tim gabungan masih bertahan di sekitar kebun sagu warga untuk mencegah api meluas.

"Masih terbakar. Personel gabungan bertahan di kebun sagu. Api sudah masuk ke kebun, sekitar 1 hektare kebun sagu terbakar, tapi berhasil dipadamkan," kata Oktanius, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, tim terus melakukan penyisiran di sekitar titik api. Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kawasan kebun sagu milik warga yang cukup luas di sekitar lokasi kebakaran.

"Tim terus menyisir api agar tidak meluas lebih dalam. Karena perhitungan kepala desa ada 800 hektare kebun sagu di dekat lahan yang terbakar," ujarnya.

Oktanius menyebut luas lahan yang terbakar saat ini bertambah dari sebelumnya sekitar 30 hektare menjadi 32 hektare. Dari total luasan tersebut, sekitar 12 hektare telah berhasil dipadamkan.

"Di 32 hektare, yang berhasil dipadamkan sekitar 12 hektare. Karena lahan gambut membuat lambat penanganan," jelasnya.

Proses pemadaman juga menghadapi kendala sumber air. Di sekitar lokasi kebakaran tidak tersedia sumber air tawar yang dapat langsung digunakan untuk pemadaman.

Tim saat ini mengandalkan sistem tendon untuk menyalurkan air menuju titik kebakaran. Jarak dari sungai kecil menuju tendon pertama sekitar 400 meter, kemudian diteruskan ke tendon kedua sejauh 300 meter.

"Dari tendon kedua ke titik api jaraknya sekitar 150 meter. Airnya air asin," kata Oktanius.

Selain persoalan sumber air, keterbatasan peralatan pemadam juga menjadi kendala utama. Selang dan nozzle yang tersedia belum mencukupi untuk melakukan pemadaman secara maksimal di seluruh titik.

"Faktor alat pemadam, selang dan nozzle yang terbatas sehingga tidak maksimal," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat personel tidak bisa melakukan pemadaman di seluruh titik api secara bersamaan. Tim akhirnya memprioritaskan kawasan yang dinilai paling berisiko, terutama area kebun sagu warga.

"Tim tidak dapat melakukan pemadaman ke semua titik sehingga fokus pada lokasi kebun sagu," katanya.

Oktanius mengatakan BPBD Lingga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri untuk meminta dukungan peralatan pemadaman.

"Koordinasi ke provinsi sudah. Mereka masih cek alat yang bisa dikirim," ujarnya.



Simak Video "Video: KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare "

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork