Polisi-TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Bengkalis

Riau

Polisi-TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Bengkalis

Raja Adil Siregar - detikSumut
Sabtu, 18 Jul 2026 14:01 WIB
Foto: Polri bersama TNI dan seluruh stakeholder melakukan pemadaman karhutla di Bengkalis (Dok Polres Bengkalis)
Polri bersama TNI dan seluruh stakeholder melakukan pemadaman karhutla di Bengkalis (Dok Polres Bengkalis)
Bengkalis -

Tim gabungan mulai dari polisi, TNI, BPBD, Manggala Agni dan instansi lain melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Bengkalis, Riau. Lahan seluas 80 hektare yang terbakar itu akhirnya dapat dikendalikan.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Perbatasan Kelurahan Pematang Pudu dan Desa Buluh Apo. Api menyala sejak 3 hari terakhir.

"Sejak pagi personel gabungan dari Polres Bengkalis, Polsek Pinggir, Polsek Mandau, Koramil 03 Mandau, Manggala Agni Daops Dumai, Daops Siak dan Daops Pekanbaru, BPBD Kabupaten Bengkalis, BPBD Provinsi Riau, Masyarakat Peduli Api (MPA) sudah turun," terang AKBP Fahrian Siregar, Sabtu (18/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fahrian mengungkap penanganan karhutla dilakukan secara terpadu mengedepankan sinergitas lintas instansi. Tujuannya adalah agar kebakaran tidak semakin meluas dan dapat segera dikendalikan.

"Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan. Fokus utama kami adalah memastikan api benar-benar padam, mencegah munculnya titik api baru, melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kabut asap," kata Agung.

ADVERTISEMENT

Hasil pendataan lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 80 hektare. Lahan terbakar didominasi semak belukar dan tanaman kelapa sawit yang sudah tidak terawat dengan karakteristik tanah yang kering.

Kondisi ini membuat api relatif terus meluas ke lahan sekitarnya. Apalagi Kondisi cuaca yang panas terik disertai angin kencang ikut menjadi kendala dalam proses pemadaman di lapangan.

Sedangkan sumber air untuk pemadaman didapat dari kanal yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Dari sumber air itu personel gabungan mulai penyemprotan berkelanjutan di titik-titik api maupun bara yang masih tersisa.

Dalam operasi hari ketiga ini, sebanyak 117 personel gabungan diterjunkan ke lokasi. Tim terdiri dari kepolisian, TNI, Manggala Agni, BPBD hingga utusan kecamatan dan maayarakat peduli api.

"Selain pemadaman tim dari Polres sama Polsek juga melakukan pengecekan titik awal api. Termasuk mendata pemilik lahan dan mendalami penyebab kebakaran," kata Fahrian.

Sementara Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan mengungkap akses menuju lokasi masih dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, medan didominasi lahan gambut dan semak belukar mengharuskan personel bekerja ekstra untuk sampai ke titik sumber api.

"Akses butuh perjuangan, namun bersyukur karena hari ketiga kemarin api sudah dapat dipadamkan. Sekarang tinggal pendinginan dan dilakukan pemantauan agar tak terjadi kebakaran susulan," kata Agung.

Agung mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap, serta berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Apabila mengetahui adanya titik api ataupun aktivitas pembakaran lahan, segera laporkan kepada kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera ditangani sebelum meluas," kata Kompol Agung Rama.



(ras/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads