Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Tim detikNews - detikSumut
Senin, 07 Sep 2026 09:48 WIB
Kondisi Anak Gunung Krakatau Senin Pagi Usai Erupsi (Dok Badan Geologi).
Foto: Kondisi Anak Gunung Krakatau Senin Pagi Usai Erupsi (Dok Badan Geologi).
Jakarta -

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi hebat hingga abu vulkanik menyebar luas. Begini kondisi terkininya Senin pagi ini.

Pada Minggu (6/9/2026) malam, Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi. Hingga Senin pagi, aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih terpantau, dengan tercatat empat kali gempa hembusan.

Berdasarkan laporan Badan Geologi yang disampaikan melalui akun X (Twitter), Senin (7/9/2026), pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau dilakukan pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengamatan tersebut, kondisi gunung tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Sementara itu, asap kawah tidak terlihat. Kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan embusan angin lemah hingga sedang yang bergerak ke arah barat laut.

"Cuaca berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 25.7-26.4°C. Kelembaban 79-82%," tulisnya.

ADVERTISEMENT

Dari sisi aktivitas kegempaan, Badan Geologi mencatat empat kali gempa hembusan. Gempa tersebut memiliki amplitudo 30-41 mm dengan durasi antara 22 hingga 39 detik.

Selain itu, aktivitas kegempaan juga mencakup 17 kali gempa harmonik, 34 kali gempa low frequency, serta 44 kali gempa hybrid/fase banyak.

"Empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 30-41 mm, dan lama gempa 22-39 detik, 17 kali Harmonik dengan amplitudo 24-46 mm, dan lama gempa 23-387 detik," tulisnya.

"Tiga puluh empat kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 19-45 mm, dan lama gempa 6-19 detik, 44 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 20-46 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 7-23 detik," imbuhnya.

Badan Geologi juga mencatat satu kali gempa tremor menerus. Gempa tersebut memiliki amplitudo 5-15 mm dengan amplitudo dominan 10 mm.

Menyusul aktivitas tersebut, masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Radius aman yang ditetapkan adalah 3 kilometer dari kawah aktif.

"Satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 5-15 mm, dominan 10 mm. Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tulisnya.

Erupsi Minggu Malam

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu (6/9) malam. Erupsi tersebut tercatat terjadi pada pukul 20.23 WIB.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tidak terlihat secara visual adanya letusan. Namun, aktivitas erupsi terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 58 mm dan berlangsung selama 44 detik.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads