Hilangnya bayi yang baru saja lahir di RSU Sundari Medan, membuat heboh. Bayi itu awalnya diambil oleh seorang wanita yang mengenakan baju perawat.
Setelah diselidiki, terungkap bahwa perawat itu adalah perawat gadungan. Bayi itu diculik pelaku untuk dijualnya ke pasangan suami istri (pasutri).
Dalam kasus ini, polisi menangkap dua pelaku, yakni A (23) dan P (19). Keduanya merupakan perempuan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan peristiwa itu terjadi, Senin (31/8/2026) sekira pukul 12.00 WIB. Kejadian itu berawal saat pelaku A dikenalkan dengan pasangan suami istri yang ingin mengadopsi anak, pada April 2026.
"Jadi, ada sepasang suami istri, sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak," kata Adrian, Jumat (4/9).
Setelah bertemu itu, A menjanjikan akan mencarikan bayi perempuan, sesuai permintaan pasutri itu. Belakangan, A pun berkomunikasi dengan pelaku P (19) dan berencana memberikan anak yang tengah dikandung P untuk diadopsi pasutri tersebut. Adrian menyebut anak yang dikandung P itu adalah hasil hubungan gelap.
Saat bertemu pertama kali itu, pasutri tersebut turut memberikan uang Rp 1 juta kepada A untuk biaya mengurus adopsi itu. Lalu, pada Juli 2026, pasutri itu kembali bertemu dengan pelaku dan memberikan uang tambahan sebesar Rp 4 juta.
"Harusnya anak dari tersangka P ini yang akan diadopsi. Alasan tersangka P ingin menyerahkan anaknya karena memiliki anak di luar nikah. Pelaku ini juga belum bekerja dan belum sanggup membiayai anak," sebutnya.
Adrian menjelaskan bahwa dari perkiraan pelaku A, P harusnya melahirkan pada Agustus 2026. Alhasil, A berjanji akan menyerahkan bayi itu ke pasutri tersebut pada Agustus 2026.
Namun, ternyata, usia kandungan P baru 7 bulan dan diperkirakan baru bisa melahirkan pada November 2026. Pelaku A pun kebingungan. Meski begitu, pelaku A tidak menyampaikan soal permasalahan itu kepada pasutri tersebut.
Lalu, pada Agustus 2026, pihak pasutri mendesak agar pelaku A menyerahkan anak tersebut, sesuai kesepakatan awal. Seharusnya, pelaku sudah harus menyerahkan bayi itu pada 31 Agustus.
Simak Video "Video: KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare "
(astj/astj)