Bukan Harus 8 Jam, Ini Durasi Tidur Ideal yang Dibutuhkan Orang Dewasa

Bukan Harus 8 Jam, Ini Durasi Tidur Ideal yang Dibutuhkan Orang Dewasa

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Kamis, 27 Agu 2026 07:31 WIB
Ilustrasi tidur dengan makeup
Ilustrasi tidur (Foto: Getty Images/iStockphoto/Astronaut Images)
Jakarta -

Istirahat yang memadai merupakan salah satu aspek penting untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Meski demikian, kebutuhan tidur setiap individu tidak selalu berada pada durasi yang sama.

Sebuah ulasan terbaru yang dipublikasikan dalam Brain Medicine pada Agustus 2026 meninjau kembali anggapan bahwa setiap orang dewasa harus tidur tepat delapan jam setiap malam agar dapat menjaga kesehatan.

"Pola tidur manusia di masyarakat praindustri menunjukkan fleksibilitas yang substansial, yang menunjukkan bahwa norma-norma kontemporer tentang tidur malam yang teratur bukanlah sesuatu yang tetap secara evolusioner," menurut para penulis dilansir detikHealth.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pola tidur manusia pada dasarnya cukup beragam. Sejarah kehidupan manusia juga memperlihatkan bahwa tidur tidak selalu berlangsung selama delapan jam secara terus-menerus setiap malam.

Dikutip dari laman New York Post, sebelum adanya jam kerja 40 jam dalam sepekan, alarm, hingga telepon seluler, manusia cenderung memiliki pola tidur yang lebih dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan alam.

ADVERTISEMENT

Untuk mengetahui pola tidur alami manusia, para peneliti kemudian mengamati sejumlah komunitas pemburu-pengumpul. Ulasan tersebut merujuk pada penelitian yang dimuat dalam jurnal Current Biology, yang menemukan bahwa masyarakat di Tanzania dan Bolivia rata-rata tidur sekitar 5,7 hingga 7,1 jam setiap malam.

Durasi tidur yang relatif singkat tersebut tidak bisa sepenuhnya dijelaskan oleh faktor kehidupan modern, seperti suara kendaraan, penggunaan media sosial, maupun paparan cahaya buatan pada malam hari.

Durasi tidur masyarakat praindustri juga diketahui berbeda-beda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh metode pengukuran tidur, lokasi tempat tinggal, perubahan musim, serta berbagai kondisi lingkungan. Bahkan, sebuah analisis yang diterbitkan pada Februari 2025 memperkirakan rata-rata durasi tidur mereka sekitar 6,4 jam.

Sementara itu, industrialisasi, elektrifikasi, dan urbanisasi turut membawa perubahan besar terhadap waktu, durasi, serta keteraturan tidur manusia. Salah satu perubahan penting terjadi akibat terganggunya siklus alami terang dan gelap yang sebelumnya menjadi salah satu penentu utama pola tidur.

Dalam kehidupan modern, paparan cahaya buatan serta aktivitas pekerjaan pada malam hari dapat membuat ritme sirkadian tidak selaras secara terus-menerus. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan fisik dan mental.

Dikutip dari laman The Conversation, apabila tidur optimal didefinisikan sebagai durasi tidur yang berkaitan dengan kondisi kesehatan terbaik, sejumlah penelitian berskala besar memang menunjukkan bahwa durasi yang paling ideal berada di kisaran delapan jam.

Namun, penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada Mei 2026 memberikan gambaran yang lebih beragam. Penelitian tersebut mengkaji hubungan antara tidur dan proses penuaan pada berbagai organ. Berdasarkan pemindaian otak dan tubuh serta pengukuran molekuler, peneliti memperkirakan kebutuhan tidur optimal berada di antara 6,4 dan 7,8 jam, bergantung pada jenis kelamin serta organ yang menjadi objek pengamatan.

Dengan demikian, delapan jam tidur tidak dapat dianggap sebagai aturan mutlak yang berlaku bagi semua orang. Durasi tersebut bisa menjadi waktu yang tepat bagi seseorang, tetapi mungkin terlalu sedikit atau justru terlalu banyak bagi orang lain.

Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa berusia 26 hingga 64 tahun mendapatkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap hari. Meski begitu, sebagian orang dewasa mungkin memiliki kebutuhan tidur yang lebih rendah atau lebih tinggi, yakni sekitar enam hingga 10 jam.

Pada akhirnya, kebutuhan tidur merupakan sesuatu yang bersifat individual. Karena itu, delapan jam sebaiknya tidak dipandang sebagai angka yang wajib dicapai setiap malam, melainkan sebagai salah satu bagian dari rentang kebutuhan tidur yang dapat berbeda pada setiap orang.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads