Sungai Deli di Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan kembali meluap dan banjir merendam permukiman warga. Akibatnya, sebanyak 803 rumah milik warga terdampak.
Peristiwa banjir terjadi pada Senin (24/8/2026l pukul 22.00 WIB malam, banjir diperkirakan surut pada pukul 03.30 WIB. Banjir tersebut setinggi 3 meter dan warga harus mengungsi ke tempat yang aman.
"Total sebanyak 803 rumah yang dihuni 3.116 jiwa terdampak akibat luapan aliran sungai," ujar Kepala Bidang Peralatan BPBD Sumut, Sri Wahyuni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri mengatakan total ada dua kelurahan di Medan Maimun yang terendam banjir. Ia menyebut, banjir tersebut terjadi karena debit air di pegungan meningkat sehingga terjadi banjir di wilayah sungai Deli.
"Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Aur dan Kelurahan Sei Mati. Banjir terjadi akibat debit air gunung dari hulu sungai meningkat sehingga menyebabkan luapan ke kawasan permukiman," imbuhnya.
Sri juga mengatakan, dalam peristiwa banjir tersebut tidak ada korban meninggal dunia. Lalu korban luka - luka banjir juga tidak ada.
"Korban jiwa tidak ada, tetapi 50 warga terpaksa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman," jelasnya.
Ia juga mengatakan, Pemko Medan dan BPBD telah melakukan penanganan di lokasi terdampak banjir.
"Telah dilakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, melakukan asesmen, mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan dan menyiagakan personel BPBD bersama instansi terkait dan masyarakat," tambahnya.
Ia menyampaikan kondisi terkini banjir sudah surut. Sementara tim BPBD Kota Medan masih bersiaga di lokasi untuk memantau situasi dan membantu warga yang terdampak.
Sementara, Kepling 9 Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Rozy mengatakan banjir terjadi pada Senin (24/8/2026) sekira pukul 22.00 WIB malam. Ia sampaikan air yang berasal dari sungai, awalnya air perlahan memasuki pemukiman warga hingga debit air semakin tinggi.
"Gak ada hujan semalam, ini banjir kiriman pada pukul 22.00 WIB. Air sungai mulai naik dan memasuki kearah jalan lalu kerumah warga. Tidak menunggu lama, air semakin tinggi sekitar 3 meter tingginya dan banjir surut pukul 03.30 WIB," ujar Rozy.
Kondisi banjir membuat warga harus mengungsi ke tempat lebih aman, Rozy mengatakan tadi malam semua warga mengungsi ke ruko tepat di depan Jalan Brigjen Katamso, Medan.
"Jadi semalam itu, warga tidur di ataslah semua (depan toko ruko), warga juga membawa sepeda motor agar aman. Warga juga kesusahan mendapatkan air bersih, apalagi yang memiliki anak kesusahan karena lampu mati," ungkapnya.
