Minta Selamatkan Investasi Felda Rp 10,7 Triliun, PM Malaysia Surati Prabowo

Minta Selamatkan Investasi Felda Rp 10,7 Triliun, PM Malaysia Surati Prabowo

Ilyas Fadilah - - detikSumut
Selasa, 25 Agu 2026 03:00 WIB
Prabowo dan Anwar Ibrahim
Foto: Prabowo dan Anwar Ibrahim (Dok Instagram/@presidenrepublikindonesia)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim mengirim surat kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Surat tersebut berisi permintaan bantuan terkait investasi Felda di PT Eagle High Plantations Tbk (EHP), yang berpotensi menimbulkan kerugian hingga miliaran ringgit.

Anwar mengungkapkan potensi kerugian dari investasi itu mencapai RM 2,5 miliar atau sekitar Rp 10,75 triliun (kurs Rp 4.300) yang berasal dari keputusan manajemen Felda sebelumnya. Sementara itu, dana yang masih bisa diselamatkan diperkirakan hanya sekitar RM 200 juta.

"Investasi ini sedang dalam proses hukum di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta beliau meninjau masalah ini," kata Anwar dikutip detikFinance dari The Star, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, Felda adalah badan pemerintah Malaysia yang mengelola pembangunan dan pengembangan lahan pertanian, terutama untuk membantu kesejahteraan masyarakat pedesaan.

ADVERTISEMENT


Pada Desember 2016, Felda melalui FIC Properties Sdn Bhd membeli saham EHP di Indonesia senilai US$ 505,4 juta. Harga pembelian tersebut banyak dikritik karena dinilai terlalu tinggi dibandingkan nilai pasar dan harga saham setelahnya.

Anwar mengatakan, pengungkapan angka krisis keuangan tersebut bertujuan agar seluruh jajaran manajemen Felda memahami besarnya tantangan yang dihadapi dalam upaya pemulihan.

"Yang ingin saya tekankan adalah seluruh manajer Felda harus benar-benar memahami masalah ini. Mereka tidak boleh berkecil hati, tetapi harus menyadari bahwa masalah-masalah ini harus diselesaikan," ujarnya.

Terkait upaya pemulihan secara lebih luas, Anwar memastikan pemerintah berkomitmen mempercepat proyek-proyek kesejahteraan dasar tanpa harus menunggu anggaran tahun depan.

Ia juga menegaskan bahwa penekanan pada tata kelola, integritas, dan akuntabilitas bukan bertujuan mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan Felda kembali menjadi lembaga yang dapat dibanggakan negara.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads