Kondisi Terkini Anwar Ibrahim Usai Jalani Operasi Hernia

Kondisi Terkini Anwar Ibrahim Usai Jalani Operasi Hernia

Tim detikNews - detikSumut
Selasa, 11 Agu 2026 01:06 WIB
Malaysias Prime Minister Anwar Ibrahim speaks at the opening ceremony of the 47th ASEAN Summit and Related Summits in Kuala Lumpur, Malaysia October 26, 2025. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa
Jakarta -

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menjalani operasi laparoskop efektif untuk penyakit heria abdomen. Pasca jalan operasi Anwar Ibrahim kini tengah menjalani pemulihan di rumah sakit.

Ketua Tim Medis untuk YAB Perdana Menteri, Dato dr Asri Ranga Bin Abdullah Ramaiah, mengungkap Anwar Ibrahim tengah dirawat setelah berhasil jalani prosedur operasi laparoskopi.

"YAB Perdana Menteri, Dato' Seri Anwar Ibrahim, telah berhasil menjalani prosedur operasi laparoskopi elektif untuk menangani hernia abdomen (hernia para-umbilikal). Prosedur tersebut berjalan lancar di bawah penanganan tim dokter spesialis," kata Dato Asri Ranga, dalam akun media sosial Instagramnya @anwaribrahim_my, dikutip detikNews, Senin (10/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dato Asri Ranga mengatakan Anwar Ibrahim kini sedang menjalani fisoterapi. Anwar Ibrahim dalam pemantauan tim medis untuk memastikan proses pemulihan.

ADVERTISEMENT

"Saat ini, beliau sedang menjalani fisioterapi dan tetap berada dalam pemantauan tim medis untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar," ucapnya.

Anwar Ibrahim Dirawat di RS

Seperti diketahui, Anwar Ibrahim saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Dia sedang menjalani pemeriksaan dan prosedur medis, dan diperkirakan akan berada di bawah pemantauan tim medis selama dua hari.

Anwar sedang "menjalani pemeriksaan dan prosedur yang ditetapkan oleh tim ahli medis", kata Sekretaris Pers Tunku Nashrul Abaidah dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

"Mari kita berdoa... semoga beliau diberkati dengan kesehatan yang baik sehingga beliau dapat kembali menjalankan tugasnya seperti biasa dalam waktu dekat," imbuh pernyataan itu, dilansir kantor berita Reuters, Senin (10/8).



(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads