Sejumlah sekolah di Pelalawan, Riau diliburkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aktivitas belajar diliburkan karena terdampak langsung kabut asap.
Diliburkannya sejumlah sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat itu dikonfirmasi Bupati Pelalawan, Zukri. Zukri memastikan sekolah yang libur khusus di daerah terdampak langsung seperti di Ukui dan Kerumutan.
"Benar, mulai besok sekolah diliburkan. Ini sekolah-sekolah yang berdekatan di lokasi terdampak karhutla seperti di daerah Ukui dan Kerumutan," kata Bupati Zukri kepada detikSumut, Minggu (23/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zukri meminta sekolah diliburkan karena khawatir dengan kondisi anak-anak yang ada di wilayah terdampak. Apalagi untuk wilayah Ukui yang kondisinya masih terus membara.
"Sekarang posisi titik api vukan hanya di Kerumutan saja, tapi di daerag Ukui juga perbatasan Inhu. Kita pertimbangkan libur dulu anak-anak dari SD sampai SMA ya," katanya.
Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan, sebab sudah ada puluhan anak terdampak ISPA akibat asap karhutla. Anak-anak yang terdampak berada di 2 kecamatan tersebut.
"Di Pelalawan sudah ada beberapa anak kena ISPA, kalau tidak salah 30-an. Jadi memang di sana itu banyak lahan tidur, lahan-lahan kosong bekas konsesi dan semak belukar," katanya.
Selain meliburkan anak sekolah, Pemkab Pelalawan berencana menggelar solat Istisqa pada 25 Agustus. Ini dilaksanakan serentak di 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan agar turun hujan saat kemarau panjang.
"Selasa besok solat istisqa serentak di 12 kecamatan. Kita juga turunkan personel gabungan itu ada hampir 300 ke dua titik karhutla ini, tim berjibaku darat dan udara," kata Zukri.
