Sekolah di Medan Johor Rusak Akibat Puting Beliung, Siswa Belajar Daring

Sekolah di Medan Johor Rusak Akibat Puting Beliung, Siswa Belajar Daring

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 19 Agu 2026 19:31 WIB
Kondisi sekolah yang rusak akibat puting beliung. (Foto: Finta Rahyunu/detikSumut)
Kondisi sekolah yang rusak akibat puting beliung. (Foto: Finta Rahyunu/detikSumut)
Medan -

Salah satu sekolah juga rusak akibat angin puting beliung yang terjadi di Medan Johor, Kota Medan. Akibatnya, siswa terpaksa harus belajar daring atau online.

Sekolah yang rusak itu adalah SDN 067774 Jalan Suka Cerdas. Guru olahraga di sekolah itu bernama Parwis mengatakan ada dua ruangan kelas serta ruangan kepala sekolah yang rusak.

"Kalau yang di ruangan Kepsek, sengnya yang terangkat. Kalau yang di kelas, sengnya terangkat, asbes-asbesnya juga rusak," kata Parwis saat dwawancarai di sekolah, Rabu (19/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parwis mengatakan dirinya memang tinggal di rumah dinas yang berada di sekolah itu. Dia menyebut ada dua rumah dinas sekolah yang juga rusak, tetapi tidak begitu parah.

ADVERTISEMENT

Usai terjadinya angin puting beliung itu, Parwis pun keluar untuk mengecek sekolah, tadi malam. Dia menemukan ada dua pohon di areal sekolah yang tumbang.

Sementara saat itu, Parwis belum bisa mengecek kondisi ruangan kelas karena dalam keadaan terkunci. Alhasil, kondisi ruangan kelas itu baru diketahui pagi tadi.

"Pokoknya parah lah tadi. Asbes rusak, seng terangkat," jelasnya.

Pihak sekolah bersama beberapa murid yang datang pagi tadi pun memutuskan untuk membersihkan material yang roboh serta air bekas rembesan hujan.

Setelah selesai bersih-bersih, para murid diminta untuk pulang. Berdasarkan hasil koordinasi pihak sekolah dengan Dinas Pendidikan, proses belajar mengajar dialihkan menjadi daring.

Sementara untuk besok, pembelajaran akan dilakukan di sekolah, tetapi dengan sistem bergantian. Pasalnya, 2 kelas belum bisa digunakan karena masih dalam kondisi rusak.

"Hari ini daring. Untuk besok, tadi solusi dari dinas, dibuat untuk sementara dibuat tiga shift jadinya. Jadi, ruangan yang rusak nggak usah dipakai dulu, ruangan yang lain dipakai. Jadi, dipercepat lah pulangnya," pungkasnya.

Camat Medan Johor Bachtiar Rivai Nasution menyebut karena anak-anak di SD itu tidak belajar langsung di sekolah, makanan bergizi gratis (MBG) yang seharusnya dibagikan ke siswa SD itu dialihkan ke warga yang terdampak bencana.

"Sifatnya pengalihan. Jadiz dialihkan kepada warga sekitar di lokasi ini, sekitar 50 buah (porsi)," kata Bachtiar.

Bachtiar mengatakan Wali Kota Medan telah meninjau lokasi kejadian itu tadi malam. Selain itu, sejak tadi malam hingga tadi pagi juga telah dibagikan ratusan nasi bungkus dan bantuan air mineral.

Lalu, BPBD juga telah memasang tenda pengungsian di lokasi. Namun, kata Bachtiar, tidak ada warga yang mengungsi di tenda itu karena warga yang terdampak memilih untuk bertahan di rumahnya. Sementara sebagiannya lagi memilih mengungsi ke rumah saudaranya.

"Banyak warga sekitar ini yang lebih memilih bertempat tinggal di rumahnya. Kami selalu imbau agar manakala ada warga yang disabilitas, lansia, perempuan, anak-anak agar dialihkan ke pengungsian. Namun, mereka lebih memilih ke rumah keluarganya," sebutnya.

"Mereka ingin lebih menjaga, mengamankan barang-barangnya mungkin ya. Tapi kita sediakan juga selimut bantuan dari BPBD. Sampai saat ini kita sedang menunggu bantuan dari PDAM. Kita sudah berkoordinasi dengan PDAM Delitua untuk bantuan air bersih," sambung Bachtiar.

Bachtiar mengatakan beberapa warga telah memperbaiki rumah secara mandiri. Meski begitu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Medan terkait bantuan untuk warga.

"Kita lihat warga sekitar sudah memiliki inisiatif sendiri ya untuk membenahi, untuk memperbaiki rumahnya masing-masing dengan memanfaatkan seng-seng yang terlepas. Perihal bantuan seng ini akan coba kita koordinasi ulang lagi ya sama pihak terkait. Kita juga belum bisa mendapat info selanjutnya seperti apa," pungkasnya.



(fnr/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads