Jumlah Rumah Terdampak Angin Puting Beliung di Medan Johor Jadi 150

Jumlah Rumah Terdampak Angin Puting Beliung di Medan Johor Jadi 150

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 19 Agu 2026 18:02 WIB
Teks foto: Kondisi rumah warga yang terdampak angin puting beliung. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Kondisi rumah warga yang terdampak angin puting beliung. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Polisi menyampaikan data terbaru terkait jumlah rumah yang rusak akibat angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Data yang awalnya hanya 120 rumah, menjadi 150 rumah.

Angin puting beliung ini menerjang 2 kelurahan di Medan Johor, yakni Kelurahan Suka Maju dan Kelurahan Titi Kuning.

"Setelah kami pendataan bersama Forkopimcam, sampai dengan saat ini ada 150 rumah yang terdampak. Data ini masih dinamis dan bisa berkembang," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak saat diwawancarai di lokasi kejadian, Rabu (19/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Calvijn mengatakan ada dua unit rumah yang mengalami rusak berat. Rumah ini merupakan semi permanen.

ADVERTISEMENT

Lalu, ada 17 rumah yang mengalami rusak sedang dengan kondisi bagian atap rumah ambruk. Sementara itu, ada 131 rumah warga yang rusak ringan.

"Rusak ringan ini hanya bagian beberapa kaca yang pecah. Kemudian ada beberapa atap yang rusak," jelasnya.

Perwira menengah Polri itu menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, ada seorang lansia yang mengalami luka di bagian kepala karena tertimpa kayu broti.

"Sampai dengan saat ini tidak ada korban jiwa. Cuma ada satu warga laki-laki, umur sekitar 70 tahun, yang terdampak akibat kayu broti rumahnya yang terjatuh sehingga mengenai kepalanya. Puji Tuhan sampai dengan saat ini sudah dibawa berobat oleh Pak Camat, dan tadi saya melihat kondisi beliau sudah ada di rumahnya," jelasnya.

Dansat Brimob Polda Sumut Kombes M Rendra Salipu mengatakan pihaknya menurunkan empat kendaraan Brimob ke lokasi. Empat kendaraan itu terdiri dari dua mobil dapur lapangan, satu mobil water treatment (pengolahan air bersih) dan satu mobil pendukung.

Nantinya, mobil dapur lapangan itu akan memasak sekitar 400 porsi makanan untuk warga terdampak angin puting beliung. Sementara mobil water treatment nantinya akan memfilter air, sehingga bisa konsumsi masyarakat.

Personel Brimob akan ditugaskan untuk memasak makanan dan dibantu oleh masyarakat sekitar.

"Bisa sampai sekitar 400-an orang (porsi makanan). Kita berharap masyarakat bisa turut bersama-sama kami untuk memasak makanan mereka sendiri. Mulai sore ini kita akan siapkan makan untuk masyarakat," kata Rendra.

Rendra mengatakan mobil-mobil itu akan disiagakan di lokasi hingga kondisi masyarakat semakin membaik.

"Mudah-mudahan cepat pulih ya. Kita usahakan secepatnya pulih, 2 hari kedepan kita akan bantu," pungkasnya.



(fnr/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads