Nek Mina (73) tak kuasa menahan tangis saat melihat kondisi rumahnya di Jalan Suka Tirta, Kecamatan Medan Johor, hancur diterjang puting beliung. Rumah yang ditinggalinya sejak puluhan tahun lalu itu, kini hanya tersisa puing.
Nek Mina tinggal di rumah itu bersama suaminya. Sementara anaknya pergi merantau untuk bekerja sebagai kuli bangunan.
Saat angin puting beliung terjadi, Nek Mina, dan suaminya tengah berada di dalam rumah. Saat itu, hujan juga terjadi.
Nek Mina dan suaminya pun ketakutan. Mereka sempat melihat atap seng rumah mereka beterbangan.
Kedua lansia itu pun berupaya menyelamatkan diri dengan langkah yang terbata-bata. Nahasnya, atap seng dan kayu rumahnya jatuh serta menimpa keduanya. Nek Mina mengaku tidak sampai terluka. Sementara suaminya harus terluka di bagian kepala.
"Ini (bahu) nenek tertimpa balok broti," kata Nek Mina saat diwawancarai di dekat rumahnya yang rusak, Rabu (19/8/2026).
Dengan menahan rasa sakit, tubuh renta Nek Mina bersama suaminya tetap berupaya berjalan melewati kegelapan. Sebab, saat kejadian itu, lampu juga dalam keadaan mati.
Tanpa mengenakan alas kaki, keduanya memutuskan untuk menyelamatkan diri ke rumah tetangga mereka. Dengan cemas, Nek Mina menyaksikan angin puting beliung itu menghancurkan rumah warga.
Pada saat itu, Nek Mina tak lagi memikirkan rumahnya. Menurutnya, menyelamatkan nyawanya adalah yang paling penting saat itu.
"Nenek minta keselamatan ajalah, ya kan. Nggak ada mikir-mikirkan harta itu. Memang harta Nenek nggak ada, tapi nenek memikirkan keselamatan saja," ujar Nek Mina dengan mata berkaca-kaca.
Simak Video "Mengunjungi Keindahan Mata Air Bah Tio, Sumatera Utara "
(astj/astj)