Cerita Pasutri Lansia di Medan Tertimpa Kayu saat Puting Beliung, Rumah Ambruk

Cerita Pasutri Lansia di Medan Tertimpa Kayu saat Puting Beliung, Rumah Ambruk

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 19 Agu 2026 14:01 WIB
Rumah Nek Mina yang hancur diterjang angin puting beliung. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Foto: Rumah Nek Mina yang hancur diterjang angin puting beliung. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Nek Mina (73) tak kuasa menahan tangis saat melihat kondisi rumahnya di Jalan Suka Tirta, Kecamatan Medan Johor, hancur diterjang puting beliung. Rumah yang ditinggalinya sejak puluhan tahun lalu itu, kini hanya tersisa puing.

Nek Mina tinggal di rumah itu bersama suaminya. Sementara anaknya pergi merantau untuk bekerja sebagai kuli bangunan.

Saat angin puting beliung terjadi, Nek Mina, dan suaminya tengah berada di dalam rumah. Saat itu, hujan juga terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nek Mina dan suaminya pun ketakutan. Mereka sempat melihat atap seng rumah mereka beterbangan.

Kedua lansia itu pun berupaya menyelamatkan diri dengan langkah yang terbata-bata. Nahasnya, atap seng dan kayu rumahnya jatuh serta menimpa keduanya. Nek Mina mengaku tidak sampai terluka. Sementara suaminya harus terluka di bagian kepala.

ADVERTISEMENT

"Ini (bahu) nenek tertimpa balok broti," kata Nek Mina saat diwawancarai di dekat rumahnya yang rusak, Rabu (19/8/2026).

Dengan menahan rasa sakit, tubuh renta Nek Mina bersama suaminya tetap berupaya berjalan melewati kegelapan. Sebab, saat kejadian itu, lampu juga dalam keadaan mati.

Tanpa mengenakan alas kaki, keduanya memutuskan untuk menyelamatkan diri ke rumah tetangga mereka. Dengan cemas, Nek Mina menyaksikan angin puting beliung itu menghancurkan rumah warga.

Pada saat itu, Nek Mina tak lagi memikirkan rumahnya. Menurutnya, menyelamatkan nyawanya adalah yang paling penting saat itu.

"Nenek minta keselamatan ajalah, ya kan. Nggak ada mikir-mikirkan harta itu. Memang harta Nenek nggak ada, tapi nenek memikirkan keselamatan saja," ujar Nek Mina dengan mata berkaca-kaca.

Nek Mina baru melihat kondisi rumahnya pagi tadi. Saat itu, Nek Mina melihat rumah sederhana tempatnya membesarkan anaknya telah hancur.

Dia mengaku bingung akan tinggal di mana setelah kejadian ini. Nek Mina berharap ada bantuan pemerintah untuk membangun kembali rumahnya.

Nek Mina dan suaminya kini sudah tak bekerja. Dulunya, suaminya bekerja sebagai penarik becak, sedangkan Nek Mina berjualan di pasar.

Namun, karena usia yang sudah renta, keduanya tak lagi bisa bekerja. Nek Mina hanya bisa berharap bantuan uang dari anaknya untuk kehidupan sehari-hari.

"Sebelumnya belum pernah ada kejadian separah ini. Nenek juga bingung mau ke mana setelah, mau menyewa nggak ada uang. Nenek mau tinggal di sini jugalah. Semoga ada bantuan dari pemerintah untuk mendirikan rumah kami, supaya bisa tempat berteduh," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik untuk Korban Gempa NTT di Hari Kejadian"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads