Murid Terlibat Gemot-Begal Dipecat Sekolah, Kadisdik Sumut: Biar Tak Berulang

Murid Terlibat Gemot-Begal Dipecat Sekolah, Kadisdik Sumut: Biar Tak Berulang

Nizar Aldi - detikSumut
Jumat, 14 Agu 2026 17:40 WIB
Kadisdik Sumut Alexander Sinulingga. (Foto: Nizar Aldi/detikSumut)
Foto: Kadisdik Sumut Alexander Sinulingga. (Nizar Aldi/detikSumut)
Medan -

Polisi mengamankan anggota geng motor yang konvoi sambil membawa senjata tajam dan membegal kelompok lawan dari sekolah. Murid tersebut kemudian dipecat dari sekolah sehingga tidak berulang.

Alexander mengatakan jika pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait larangan organisasi yang terlibat kriminal. Surat edaran itu disebut sudah dikeluarkan sejak lama.

"Ya itu sudah kami tindak lanjuti, jadi melalui pihak sekolah yang terlibat dengan kegiatan geng motor, dari awal kita sudah tegas, kita juga sudah buat surat edaran sebelum jauh, sebelum-sebelumnya, larangan terlibat dalam organisasi-organisasi yang terlibat dalam tindak pidana/kriminal, ya," kata Alexander Sinulingga, Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para murid yang terlibat disebut telah dikeluarkan dari sekolah. Langkah tegas ini dinilai penting agar peristiwa serupa tidak berulang.

"Kita juga sudah beberapa kali mengambil tindakan tegas supaya kejadian seperti ini tidak berulang, jadi konsekuensinya ya dikeluarkan lah dari sekolah atau dikembalikan ke orang tua," ucapnya

ADVERTISEMENT

"Ketegasan sangat dibutuhkan dan komitmen yang tinggi sangat dibutuhkan supaya anak-anak ini tidak lagi terlibat dalam kegiatan-kegiatan seperti tersebut," imbuhnya.

Alexander menuturkan jika oknum dari organisasi-organisasi ini intens mendekati par murid baru. Hal ini disebut yang perlu dibentengi, mulai dari peran orang tua hingga peningkatan ekskul.

"Program peningkatan ekskul memang kan sudah kita rancang, namun tetap masih ada oknum-oknum karena organisasi-organisasi ini, ini giat betul coba-coba mendekati khususnya siswa-siswa yang baru masuk, ini yang perlu kita bentengi secara terus-menerus," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, kelompok geng motor konvoi sambil membawa senjata tajam (sajam) serta membegal kelompok lawannya di Kota Medan. Setelah penyelidikan, polisi mengamankan para anggota geng motor itu dari sekolahnya.

Untuk diketahui, ada 9 pelaku yang telah diamankan. Para pelaku adalah FCP (17), ZRP (15), MRAS (16), MASN (16), MRU (16), BAM (17), MHR (15), serta anak kembar berinisial RIMN (16) dan RINN (16).

Para pelaku ini merupakan anggota Geng Motor Born To Be Ok (Bornox) yang terdiri dari beberapa sekolah, yakni SMKN 5 Medan, SMAN 7 Medan, dan SMAN 3 Medan.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi mengatakan para pelaku ditangkap secara bertahap pada Rabu (12/8/2026). Sementara peristiwa viral itu terjadi di Flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, Jumat (7/8).

Awalnya, petugas kepolisian mengamankan pelaku FCP di sekolahnya di SMKN 5 Medan, Jalan Timor, Kecamatan Medan Timur.

Setelah itu, polisi melakukan pengembangan dan menangkap lima pelaku lainnya di sekolah mereka di SMAN 7. Kelimanya, yakni ZRP, RIMN, RINN, MRAS, dan MAS.

"Dilakukan pengembangan lagi terhadap pelaku FPC dan berhasil mengamankan 1 senjata tajam yang berada di bawah tempat tidurnya," kata Bimo, Kamis (13/8).

Berdasarkan hasil pemeriksaan ZRP, motor korban yang dibegal para pelaku itu disimpan di rumah pelaku MRU. Belakangan, orang tua MRU menyerahkan pelaku dan sepeda motor korban itu ke Polrestabes Medan.

Tak sampai di situ, polisi kembali menyelidiki kasus itu dan menangkap dua pelaku lainnya, yakni BAM dan MHR

"Hasil penyelidikan, tim juga berhasil BAM dan MHR yang mengendarai sepeda motor yang ikut terlibat dalam konvoi," pungkasnya.

Bimo menjelaskan kejadian berawal saat ada pertandingan futsal antar SMA di GOR Dispora Pancing Jalan William Iskandar. Saat pertandingan itu, tim geng motor itu kalah.

"Jadi, setelah tanding itu, kalah. Kesal lah, jadi mereka rolling mencari-cari musuh," kata Bimo.

Setelah itu, para pelaku pun pergi ke salah satu tempat yang berada sekitar GOR untuk mengambil senjata tajam yang sudah mereka siapkan. Lalu, para pelaku ini pun konvoi.

Setibanya di Jalan Aksara, para pelaku melihat salah seorang lawan mereka yang menjadi suporter saat pertandingan itu, tengah mengendarai sepeda motor. Alhasil, para pelaku, langsung menyerangnya.

Korban yang ketakutan pun langsung berupaya kabur dan meninggalkan motornya. Kemudian, para pelaku membawa motor korban itu dan menyimpannya. Lalu, para pelaku melanjutkan konvoi ke arah Jalan Krakatau, Jalan Cemara hingga ke Flyover Brayan itu.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: WN China Diserang Gerombolan Bermotor Pengguna Narkoba di Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (niz/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads