Yuna Anak Gajah Jinak di Aceh Mati di PLG, Diduga Terserang Virus EEHV

Yuna Anak Gajah Jinak di Aceh Mati di PLG, Diduga Terserang Virus EEHV

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 13 Agu 2026 11:20 WIB
Both wild and domesticated elephants, of which there roughly 4,000 in Thailand, have been known attack passersby and overturn cars, especially during mating season (AFP Photo/CHRISTOPHE ARCHAMBAULT)
Ilustrasi gajah (Foto: AFP Photo/CHRISTOPHE ARCHAMBAULT)
Aceh Besar -

Gajah jinak berusia sekitar tiga tahun yang diberi nama Yuna mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar. Anak dari gajah Suci itu diduga terserang virus mematikan yang sangat rentan menyerang anak satwa berbelalai.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan, kondisi Yuna memburuk dalam waktu yang sangat cepat. Pada Selasa (11/8) pagi hingga siang hari, Yuna masih terpantau aktif beraktivitas seperti biasa.

Namun kondisinya mulai drop sekitar pukul 16.00 WIB. Pawang gajah (mahout) saat itu mendapati Yuna dalam keadaan lemas, mata bengkak dan merah, wajah membengkak, serta lidah pucat membiru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim dokter hewan BKSDA Aceh dibantu mahout memberikan tindakan medis darurat berupa pemberian cairan infus dan multivitamin. Ujang menjelaskan, kondisi kesehatan Yuna terus menurun secara drastis hingga terjatuh lemas dan nyawanya tidak tertolong pada pukul 20.48 WIB.

"Petugas medis langsung melakukan prosedur nekropsi hingga proses pemakaman selesai pada pukul 00.30 WIB dini hari," kata Ujang dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

ADVERTISEMENT

Ujang menjelaskan, sebelum kejadian, kondisi kesehatan Yuna berada dalam pemantauan rutin harian dan evaluasi berkala per tiga bulan. Hasil pemeriksaan medis terakhir pada Juni menunjukkan Yuna dalam keadaan sehat dengan nilai Body Condition Index Score (BCIS) 5,5 (skala ideal gajah jinak 5-7).

Dalam dua hari sebelum mati juga tidak ditemukan indikasi gejala sakit maupun penurunan kondisi fisik. Menurutnya, gajah-gajah binaan BKSDA Aceh di PLG Saree, CRU Peusangan, maupun CRU Trumon selalu mendapatkan pemeriksaan rutin harian dan general check-up berkala.

"Kondisi Yuna drop sangat cepat yang berdasarkan diagnosa awal dipicu oleh serangan virus mematikan bagi anak gajah. Secara makroskopis gejalanya terlihat dari pembengkakan wajah, mata merah, dan mukosa lidah kebiruan, serta perubahan mikroskopis berupa pendarahan (hemoragik) pada organ pencernaan dalam. Untuk mempertegas penyebab pasti berpulangnya Yuna, kami telah mengambil sampel organ guna pengujian laboratorium lebih lanjut," jelas Ujang.

Virus dimaksud adalah Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) merupakan virus herpes khusus yang menginfeksi gajah terutama anak gajah berumur di bawah 14 tahun. Virus ini merusak lapisan dalam pembuluh darah (endothelium), menyebabkan kebocoran darah dan cairan tubuh ke organ dalam yang memicu syok fatal serta kematian mendadak dalam kurun waktu 24-48 jam, dengan tingkat kematian mencapai 80%.

Penularan EEHV dapat terjadi melalui sekresi belalai, air liur, maupun feses. Kasus serupa pernah menginfeksi anak gajah Intan (4 tahun 3 bulan) di CRU Trumon, Aceh Selatan pada tahun 2021 lalu. Sebagai langkah antisipasi cepat, BKSDA Aceh memperketat pemantauan dan deteksi dini terhadap gajah-gajah anakan lainnya.

"Kami segera melakukan uji medis dan deteksi dini terhadap gajah anakan lain yang berusia di bawah 14 tahun, khususnya gajah Gerry, Yuyun, dan Dilan, guna mengantisipasi serta meminimalkan potensi penyebaran virus tersebut," jelas Ujang.



(agse/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads