Tukang Cukur Dimarahi gegara Tak Pasang Bendera, Ini Kata Camat di Bogor

Nasional

Tukang Cukur Dimarahi gegara Tak Pasang Bendera, Ini Kata Camat di Bogor

Rizky Adha Mahendra - detikSumut
Rabu, 12 Agu 2026 16:42 WIB
Ilustrasi pengibaran 1.000 bendera di Perbatasan RI-Malaysia, di Paloh, Temajuk, Sambas. (ANTARA/Zabur Karuru)
Foto: Ilustrasi pengibaran 1.000 bendera di Perbatasan RI-Malaysia, di Paloh, Temajuk, Sambas. (ANTARA/Zabur Karuru)
Bogor -

Beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang tukang cukur di Desa Bantarkambing, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditegur karena belum memasang bendera Merah Putih. Dalam rekaman tersebut, terdengar perekam video emosi ketika menanyakan alasan tukang cukur belum memasang bendera.

Dalam video yang beredar dan dilihat pada Rabu (12/8/2026), sempat terjadi adu mulut antara tukang cukur dan perekam. Meski demikian, tukang cukur terlihat tetap santai dan melanjutkan aktivitasnya melayani pelanggan.

Perekam kemudian berulang kali mempertanyakan alasan tukang cukur tidak memasang bendera Merah Putih. Ia juga membawa-bawa nama pihak kecamatan dalam percakapan tersebut. Di sisi lain, tukang cukur sempat mengaku merasa terganggu dengan kehadiran orang yang merekam video.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Camat Rancabungur, Dita Aprillia, kemudian memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa itu berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026.

"Saya itu kan setiap hari Jumat dan Selasa itu, serta dengan tim kecamatan, itu kan selalu ada kegiatan bersih-bersih ya di jalan. Nah, pada momen itu karena sekarang bulan Agustus, jadi kita sekalian bagi-bagi bendera," katanya melansir detikNews.

ADVERTISEMENT

Dita menjelaskan, persediaan bendera yang dibagikan pihak kecamatan saat itu sudah mulai menipis. Bendera tersebut telah dibagikan sejak 1 Agustus. Pembagian dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat karena masih banyak desa yang membutuhkan bendera.

"Nah, pas di tukang cukur itu karena kan kita juga ya di Rancabungur tahu, oh tukang cukurnya masih muda, masih produktif, ramai juga di situ kan. Nah, waktu itu memang untuk di daerah situ saya sudah habis benderanya, jadi saya imbau gitu. Wah, ini belum pasang bendera, pasang ya gitu," tuturnya.

Menurut Dita, tukang cukur tersebut sempat menyanggupi imbauan untuk memasang bendera. Ia menilai pemasangan Merah Putih merupakan salah satu bentuk nasionalisme, terlebih pada momentum bulan kemerdekaan.

"Karena kan tahun-tahun sebelumnya juga kita imbau, tidak hanya tahun sekarang aja menghimbau untuk pemasangan bendera. Nah, sekarang itu sampai saya harus door to door karena sekarang sudah tanggal berapa," bebernya.

Ia menambahkan, imbauan pemasangan bendera tersebut memiliki dasar aturan. Menurutnya, langkah itu dilakukan berdasarkan Surat Edaran Bupati Bogor melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

"Nah, pada saat itu ada, ada teman media ya yang membantu kita nih. Awalnya sih bukan mau bantu publikasi gitu, dia mau bantu mengimbau warga, mau bantu kebersihan juga, awalnya bukan mau bantu kita untuk publikasi," terangnya.

Dita kemudian menceritakan situasi ketika berada di tempat usaha tukang cukur tersebut. Ia sempat berhenti sejenak untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan. Namun, orang yang disebutnya sebagai 'teman media' justru terlibat adu mulut dengan tukang cukur.

Dita juga menegaskan bahwa orang yang terlibat cekcok tersebut bukan merupakan pegawai Kecamatan Rancabungur. Menurutnya, orang itu hanya membantu dirinya dalam memberikan imbauan kepada masyarakat.

"Itu bukan pegawai kecamatan," ucapnya.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads