Heboh Challenge Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Nasional

Heboh Challenge Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kristina - detikSumut
Selasa, 11 Agu 2026 13:02 WIB
ilustrasi minuman keras, minuman beralkohol, minuman memabukan, miras. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi miras (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Media sosial ramai membahas video yang diduga memperlihatkan aksi penistaan agama dalam sebuah festival musik. Dalam rekaman tersebut, sejumlah orang yang berada di salah satu booth sponsor minuman keras terlihat membuat tantangan menghafal surah Al-Qur'an dengan imbalan berupa sebotol produk.

Video itu pertama kali dibagikan melalui akun Threads @jarrkojarr dan kemudian menyebar luas ke sejumlah platform media sosial. Peristiwa tersebut pun menuai kecaman dari berbagai pihak. Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian berlangsung saat acara The Sounds Project Vol.9 pada Minggu, 9 Agustus 2026.

MC yang bertugas dalam acara tersebut sempat menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya @aqueer_. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung secara spontan dan melibatkan audiens.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya Ega, selaku MC pada acara musik yang bertugas di booth Newport pada Hari Minggu, 9 Agustus 2026. Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu," tulisnya dilansir detikHikmah.

"1. Pada saat jeda acara, saya melakukan interaksi dengan pengunjung. 2. Lalu, ada audiens yang memakai atasan putih tiba-tiba mengambil mic saya. 3. Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audiens tersebut. 4. Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut, karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai konsep yang telah ditentukan oleh brand," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Klarifikasi dari MC tersebut kemudian turut beredar di berbagai media sosial. Namun, akun Instagram @aqueer_ yang sebelumnya digunakan untuk menyampaikan permintaan maaf tersebut kini tidak lagi ditemukan atau diduga telah menghilang.

Pihak penyelenggara The Sounds Project kemudian memberikan tanggapan atas viralnya video yang diduga berkaitan dengan penistaan agama tersebut. Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @thesoundsproject, penyelenggara mengecam tindakan tersebut dan menegaskan bahwa kejadian itu berada di luar kendali mereka.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun. Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," tulis pernyataan yang diunggah di akun @thesoundsproject, Selasa (11/8/2026).

The Sounds Project juga menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi terhadap penistaan agama maupun tindakan yang berpotensi mengandung unsur SARA dalam setiap acara yang mereka selenggarakan. Penyelenggara menyatakan telah memberikan teguran kepada pihak sponsor terkait dan akan terus mengawal persoalan tersebut.

"Kami melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi dalam penyelenggaraan acara selanjutnya," tambahnya.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads