Kebakaran hutan dan lahan di Bengkalis, Riau masih terus dipadamkan. Kondisi angin kencang dan lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Siregar menyebut ada tiga titik karhutla di Negeri Junjungan. Ketiganya ada di Kecamatan wilayah Pinggir, Rupat dan Pematang Pudu.
"Saat ini tiga titik karhutla sedang dilakukan penanganan. Tim gabungan berkolaborasi," kata AKBP Fahrian, Rabu (12/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahrian mengungkap pemadaman dan juga proses pendinginan dilakukan terpadu. Tim turun langsung melakukan mencegah agar api tak meluas dan karhutla bisa terkendali.
Dalam penanganan karhutla di tiga lokasi, polisi berkolaborasi dengan dengan TNI, Manggala Agni, BPBD, masyarakat peduli api (MPA) dan masyarakat. Termasuk dari unsur pemadam perusahaan.
Berbagai peralatan dikerahkan, di antaranya mini striker, mesin dossmer, selang, nozzle. Selain itu, pemadaman juga dilakukan oleh tim Satgas Udara.
"Pemadaman didukung helikopter water bombing di lokasi yang sulit dijangkau dari darat. Memang ada beberapa lahan yang sulit akses karena lahan gambut atau juga semak belukar," kata Fahrian.
Tak hanya itu saja, kondisi angin berubah-ubah juga menjadi kendala di lapangan. Bahkan, kondisi ini membuat api sangat cepat menjalar.
"Arah angin berubah-ubah, ini salah satu jadi tantangan di lapangan. Kondisi angin cukup kencang dan butuh perjuangan," kata alumni Akpol 2005 tersebut.
Selain pemadaman, Tim Satreskrim Polres Bengkalis juga tengah mengusut penyebab kebakaran. Termasuk mencari dalang dari terbakarnya lahan di wilayah pesisir Riau itu.
"Penyidik sedang bekerja, nanti akan kami sampaikan hasilnya. Jadi pemadaman ini jalan, pengusutan juga jalan," kata Fahrian.
