Sehari Usai Presiden Baru Dilantik, Kolombia Diguncang Serangkaian Bom

Internasional

Sehari Usai Presiden Baru Dilantik, Kolombia Diguncang Serangkaian Bom

Tim detikNews - detikSumut
Senin, 10 Agu 2026 09:02 WIB
Presiden terpilih Kolombia Abelardo de la Espriella berbicara setelah menerima surat kepercayaan dari Presiden Dewan Pemilihan Nasional Kolombia Cristian Ricardo Quiroz Romero, di BogotΓ‘, Kolombia, 25 Juni 2026.
Foto: (REUTERS/Sergio Acero)
Jakarta -

Kolombia langsung diguncang serangkaian serangan bom sehari setelah Abelardo de la Espriella resmi dilantik sebagai presiden baru negara tersebut. Dalam insiden yang terjadi di sejumlah wilayah, seorang polisi dilaporkan tewas dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir detikSport dari AFP, Senin (10/8/2026), De la Espriella resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia pada Jumat di Kota Cali, wilayah barat daya negara tersebut.

Presiden baru yang dikenal sebagai pemimpin sayap kanan garis keras itu sebelumnya berkampanye dengan janji untuk memberantas "narkoterorisme tanpa gencatan senjata". Ia juga berkomitmen menghentikan proses perundingan damai dengan sejumlah kelompok bersenjata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1 Polisi Tewas

Salah satu serangan terjadi pada Sabtu dini hari. Angkatan Darat Kolombia menyebut kelompok pembangkang gerilyawan FARC menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan sebuah gerbang tol yang berada di dekat Cali.

Dalam serangan tersebut, dua petugas keamanan mengalami luka ringan.

ADVERTISEMENT

Serangan lainnya terjadi di sekitar gerbang tol yang masih dalam tahap pembangunan di ruas jalan raya Pan-American. Lokasinya berada di wilayah administratif Santander de Quilichao.

Aksi tersebut diduga dilakukan kelompok pemberontak yang berada di bawah komando Ivan Morodisco, salah satu pemimpin gerilyawan yang paling dicari di Kolombia.

Morodisco diketahui memimpin kelompok pembangkang yang memisahkan diri dari kesepakatan perdamaian bersejarah antara FARC dan pemerintah Kolombia pada 2016.

Sementara itu, serangan bom lainnya terjadi di Departemen Cesar, wilayah utara Kolombia, yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari lokasi serangan sebelumnya.

Dalam kejadian tersebut, seorang polisi tewas setelah sebuah pesawat nirawak atau drone yang membawa bahan peledak menghantam sebuah kantor kepolisian. Informasi tersebut disampaikan oleh pejabat setempat.

Presiden Kolombia Kecam Serangan

Presiden Abelardo de la Espriella mengecam rangkaian serangan yang terjadi setelah dirinya resmi dilantik. Ia menyampaikan sikapnya melalui media sosial dan menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas negara merupakan ancaman terhadap kemajuan negara. Menurutnya menyerang infrastruktur negara sama dengan menyerang kemajuan.

De la Espriella juga memberikan peringatan keras kepada pihak yang berada di balik serangan tersebut.

"Kepada pihak yang bertanggung jawab, saya sampaikan pesan tegas: tidak akan ada tempat persembunyian, tidak ada keringanan hukuman, dan tidak ada impunitas," tambahnya.

Hingga kini, aparat Kolombia belum mengungkap identitas pihak yang bertanggung jawab atas seluruh serangan tersebut.

Meski demikian, De la Espriella menegaskan pemerintah akan mengejar para pelaku dan memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Presiden Kolombia itu memastikan siapa pun yang terlibat dalam serangan tersebut "tidak akan lolos dari hukuman."



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads