Serangan Satwa Bikin Heboh Inhil 2 Pekan Terakhir, Harimau-Monyet

Riau

Serangan Satwa Bikin Heboh Inhil 2 Pekan Terakhir, Harimau-Monyet

Raja Adil Siregar - detikSumut
Jumat, 07 Agu 2026 19:00 WIB
Monyet yang meresahkan warga Indragiri Hilir (Inhil), Riau saat ditangkap.
Foto: dok. Disdamkarmat Inhil
Pekanbaru -

Serangan binatang buas terjadi dalam dua pekan terakhir di Indragiri Hilir, Riau. Serangan pertama adalah harimau ke sapi peternak hingga monyet ekor panjang.

Dirangkum detikSumut, serangan binatang buas pertama terjadi pada akhir Juli lalu di Desa Sungai Danai, Pulau Burung. Ternak sapi milik warga diduga diserang harimau saat diumbar.

Serangan binatang buas ini baru diketahui setelah seekor sapi hilang. Ada pula sapi lain ditemukan dalam kondisi kaki luka di area kebun yang dipenuhi pohon sagu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lokasi, warga menemukan jejak seekor harimau. Jejak itu terlihat jelas melintas di lokasi arah ke semak belukar batang sagu.

Kapolsek Pulau Burung, Iptu Danu Hidayat membenarkan kejadian tersebut. Lokasinya berada di Desa Sungai Danai, Pulau Burung.

ADVERTISEMENT

"Kejadian di SungaiDanai beberapa hari lalu. Jadi masyarakat sadar ada jejak diduga harimau di sana, ini masih diduga karena ada ternak hilang dan diterkam," kata Danu, Senin (27/7/2026).

Danu yang menerima laporan dari warga langsung berkoordinasi dengan instansi terkait. Termasuk Dinas Pendidikan dan Balai BKSDA Riau.

"Kami sudah ketemu dengan pihak desa di sana. Tentu menyampaikan imbauan agar hati-hati saat beraktivitas, termasuk kami pantau situasi setelah kejadian," kata Danu.

Untuk mencegah ada korban, Dinas Pendidikan Indragiri Hilir memutuskan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Siswa hanya belajar secara daring di rumah dengan tugas tambahan dari guru.

Serangan Monyet Ekor Panjang, 18 Warga Jadi Korban

Masih pada bulan yang sama, tapat pada 23 Juli warga di Tembilahan kembali dibuat heboh. Binatang primata itu untuk pertama kalinya menyerang dan meneror warga di Jalur 13 dan 14, Tembilahan Hilir.

"Serangan pertama itu terjadi pada 23 Juli lalu. Sejak saat itu warga mulai resah saat melihat monyet ekor panjang ini," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Indragiri Hilir, Junaidi Ismail.

Junaidi mengungkap monyet ekor panjang ini adalah satwa yang hidup berdampingan selama ini di wilayahnya. Bahkan, serangan ini merupakan insiden pertama yang terjadi.

Uniknya, binatang dengan nama latin Macaca fascicularis menyerang korbannya bukan berkelompok, tapi datang sendirian. Bermodal kuku dan taring, monyet itu mencakar dan gigit untuk melukai korban.

Dinas Damkarmat mencatat 18 korban yang jadi sasaran bukan orang dewasa saja. Anak-anak usia 6 tahun pun tidak luput dari serangan saat bermain atau tidur di rumah.

Setelah hampir 3 pekan teror berlangsung, seekor monyet diduga penyerang berhasil ditangkap. Monyet itu langsung dievakuasi ke Kantor BBKSDA Riau untuk identifikasi, Kamis (7/8) kemarin.

Buaya Muara Nyaris Terkam Warga dan Berhasil Ditangkap

Buaya Muara nyaris serang Warga di Desa Undan, Kecamatan Reteh. Buaya sepanjang 3 meter itu pun akhirnya ditangkap warga dan dievakuasi menuju ke Kota Tembilahan.

"Pagi ini ada serangan buaya muara di Desa Undan. Ini lokasi yang kemarin pernah ada kita evakuasi buaya lebih dari 5 meter," kata Junaidi.

Beruntung, tidak ada korban dalam insiden tersebut. Namun Junaidi mengimbau warga tetap berhati-hati saat beraktivitas.

"Memang betul, sejak 3 pekan terakhir ada beberapa kali serangan satwa di Indragiri Hilir. Pertama yang ramai itu harimau, lalu monyet dan terbaru tadi adalah buaya," ujar Junaidi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Klarifikasi Penyebar Isu Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads