Wabah infeksi parasit Cyclospora yang diduga berkaitan dengan konsumsi selada di Amerika Serikat (AS) semakin meluas. Hingga kini, otoritas kesehatan mencatat lebih dari 6.000 kasus yang tersebar di 15 negara bagian. Dari jumlah tersebut, hampir 300 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara dua orang dilaporkan meninggal dunia.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan enam negara bagian tambahan, yaitu Arkansas, Iowa, Missouri, Nebraska, New Hampshire, dan North Carolina, kini masuk dalam daftar wilayah terdampak. Penambahan itu dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan para pasien terinfeksi oleh jenis parasit yang sama.
Parasit Cyclospora diketahui menyerang lapisan usus halus. Infeksi akibat parasit ini dapat memicu diare berat yang berlangsung selama beberapa pekan apabila tidak segera mendapatkan penanganan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun jumlah negara bagian yang terdampak bertambah, para ahli menegaskan kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan wabah masih terus menyebar. Penambahan data lebih menggambarkan perkembangan hasil investigasi laboratorium yang berhasil mengaitkan pasien dari berbagai wilayah dengan sumber wabah yang sama.
"Yang kami lakukan saat ini adalah menghitung orang-orang yang memang sudah lebih dulu sakit, lalu menghubungkannya dengan produk yang diduga menjadi sumber wabah," ujar pakar keamanan pangan Bill Marler, melansir detikHealth.
Berdasarkan hasil wawancara dengan banyak pasien, mayoritas mengaku mengonsumsi selada, khususnya selada iceberg cincang yang dipasok ke sejumlah restoran, termasuk Taco Bell, oleh perusahaan pemasok sayuran Taylor Farms.
Pada 17 Juli, Taylor Farms de Mexico mengambil langkah menarik seluruh produk selada iceberg yang dibudidayakan di Meksiko bagian tengah. Penarikan tersebut juga mencakup produk salad kemasan yang dipasarkan di berbagai supermarket.
Perusahaan menyebut kebijakan penarikan produk dilakukan sebagai langkah antisipatif. Saat ini, Taylor Farms de Mexico juga sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pangan yang diterapkan.
Di sisi lain, Taco Bell telah menghentikan penggunaan selada iceberg yang berasal dari pemasok tersebut di sejumlah restoran yang berada di wilayah terdampak wabah.
Para ahli memperkirakan produk yang diduga menjadi sumber penularan sudah tidak lagi beredar di pasaran. Pasalnya, selada merupakan bahan pangan yang mudah rusak sehingga kemungkinan besar telah dikonsumsi atau dibuang.
Meski demikian, penyelidikan masih terus berlangsung karena otoritas kesehatan belum dapat memastikan bahwa selada merupakan satu-satunya sumber penyebab wabah. Hal itu menyusul adanya sejumlah pasien yang mengaku tidak mengonsumsi selada sebelum mengalami gejala penyakit, sehingga kemungkinan adanya sumber kontaminasi lain masih terus ditelusuri.
Artikel ini sudah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini.
