Anak Muda Kian Banyak Kena Kanker, Ini Alasannya

Anak Muda Kian Banyak Kena Kanker, Ini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikSumut
Rabu, 05 Agu 2026 07:00 WIB
Ilustrasi pasien di rumah sakit
Ilustrasi pasien (Foto: iStock)
Medan -

Kanker selama ini kerap dianggap sebagai penyakit yang identik dengan usia lanjut. Namun, kondisi di lapangan kini menunjukkan tren yang berbeda. Semakin banyak orang berusia 20, 30, hingga awal 40 tahun, baik di Singapura maupun di berbagai negara, yang didiagnosis mengidap kanker.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian serius di dunia medis. Para peneliti pun terus berupaya mencari jawaban mengenai penyebab meningkatnya risiko kanker pada kelompok usia muda.

Kanker yang menyerang anak muda juga memiliki karakteristik serta pendekatan penanganan yang berbeda dibandingkan pasien lanjut usia. Kondisi ini mendorong berkembangnya adolescent and young adult oncology, yakni cabang ilmu kedokteran yang secara khusus menangani pasien kanker usia remaja hingga dewasa muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara global, angka kejadian kanker pada kelompok usia di bawah 50 tahun terus mengalami peningkatan. Beberapa jenis kanker yang paling banyak ditemukan meliputi kanker usus besar (kolorektal), kanker payudara, serta kanker darah.

Para ahli menilai peningkatan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya satu penyebab. Sejumlah pola hidup modern disebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kanker, di antaranya:

ADVERTISEMENT
  1. Obesitas serta minimnya aktivitas fisik.
  2. Konsumsi makanan instan dan makanan olahan (ultra-processed food) secara berlebihan.
  3. Stres berkepanjangan yang disertai kualitas tidur yang buruk.
  4. Ketidakseimbangan bakteri baik di dalam usus (mikrobioma).
  5. Paparan mikroplastik dan berbagai polutan lingkungan.
  6. Perubahan pola reproduksi, seperti menunda kehamilan serta durasi menyusui yang lebih singkat.

"Tren risiko kanker saat ini mencerminkan interaksi yang sangat kompleks antara genetik, gaya hidup, lingkungan, hingga layanan pencegahan yang diakses masyarakat," ujar tim peneliti dalam laporannya, dikutip detikHealth dari The Straits Times.

Meski demikian, tidak semua jenis kanker menunjukkan tren peningkatan. Berbagai upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan dan program vaksinasi justru berhasil menekan angka kasus beberapa jenis kanker. Contohnya adalah vaksin HPV yang berperan dalam mencegah kanker serviks serta vaksin hepatitis B yang dapat mengurangi risiko terjadinya kanker hati.

Artikel ini sudah tayang di detikHealht, baca selengkapnya di sini.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads