Harimau Turun ke Desa di Aceh Timur, Warga Diminta Hati-hati

Aceh

Harimau Turun ke Desa di Aceh Timur, Warga Diminta Hati-hati

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 05 Agu 2026 11:02 WIB
Harimau berkeliaran di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. (Dok Polres Aceh Timur)
Foto: Harimau berkeliaran di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. (Dok Polres Aceh Timur)
Aceh Timur -

Seekor harimau dikabarkan muncul dekat pemukiman warga Dusun Alur Merbo, Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. Masyarakat diminta berhati-hati saat beraktivitas terutama malam hari.

Kapolsek Simpang Jernih Ipda Dwi Andika Lubis mengatakan, harimau itu dilihat warga sejak beberapa hari lalu di dekat desa mereka. Tim gabungan sudah melakukan penelusuran dan menemukan jejak satwa dilindungi itu.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan warga menjadi prioritas. Apabila menemukan jejak atau melihat keberadaan harimau, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait dan jangan mencoba mendekati maupun mengusir satwa tersebut sendiri," kata Dwi kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain melakukan pengecekan lapangan, katanya, polisi juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk melakukan pemantauan secara berkala di wilayah tersebut. Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar serta mendorong agar harimau kembali ke habitat alaminya.

Dwi juga meminta masyarakat melapor bila melihat lagi harimau dekat pemukiman, kandang ternak atau di areal perkebunan. Ia juga mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kebun atau ladang terutama pada sore hingga malam hari, serta menghindari bepergian seorang diri di kawasan yang berdekatan dengan lokasi kemunculan harimau.

ADVERTISEMENT

"Kami berharap masyarakat mematuhi imbauan yang telah disampaikan. Dengan komunikasi yang cepat dan koordinasi yang baik, potensi risiko dapat diminimalkan, sementara upaya penyelamatan satwa yang dilindungi ini juga dapat berjalan sebagaimana mestinya," jelas Dwi.

"Koordinasi antara masyarakat, kepolisian, dan BKSDA menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya konflik manusia dengan satwa dilindungi sekaligus menjaga keselamatan seluruh pihak," lanjutnya.



(agse/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads