Bagaimana Nasib Rempang Eco City? Ini Kata Amsakar

Kepulauan Riau

Bagaimana Nasib Rempang Eco City? Ini Kata Amsakar

Alamudin Hamapu - detikSumut
Senin, 03 Agu 2026 20:40 WIB
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Foto: Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (Alamudin Hamapu/detikSumut)
Batam -

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City masih berfokus pada pengembangan kawasan tersebut. Hal itu disampaikannya saat menanggapi pernyataan Xinyi Glass Holdings mengaku tidak pernah menyepakati kontrak kerja sama maupun menginisiasi proyek Rempang Eco City.

"Kami tidak sampai ke sana. Ya secara teknis kita tidak sampai ke sana. Kita hanya berbicara PSN itu judulnya Rempang Eco City," kata Amsakar Senin (3/8/2026).

Saat ditanya kapan masyarakat dapat merasakan manfaat dari proyek tersebut, Amsakar mengatakan manfaat baru akan dirasakan setelah seluruh kawasan selesai dibangun dan investasi mulai masuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau semuanya sudah nyaman dan aman, semuanya sudah terbangun, investasinya sudah masuk, saat itulah masyarakat merasakan. Kalau belum terbangun, ya tentu saja belum," ujarnya.

Amsakar mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan penyelesaian kawasan permukiman, sekolah, dan perkantoran diRempang. Sementara pembangunan sektor lainnya akan mengikuti realisasi investasi dari para pelaku usaha.

ADVERTISEMENT

"Yang paling penting saya harapkan suasana permukimannya selesai, sekolah yang kita rencanakan selesai, perkantoran yang kita rencanakan selesai. Yang lain itu tergantung pelaku usahanya," jelasnya.

Disinggung lebih lanjut mengenai nasib Rempang Eco City di tengah proses relokasi warga dan pembangunan fasilitas pendidikan Sekolah Merah Putih Terintegrasi, Amsakar menegaskan proyek tersebut tetap berjalan. Menurutnya, pemerintah tengah membangun ekosistem ekonomi baru yang disertai kawasan permukiman yang layak bagi masyarakat.

"Yang kita maksudkan di sana itu membangun sebuah ekosistem ekonomi baru dan pemukiman yang proporsional sesuai dengan perkembangan kota ini. Soal dibangun atau tidak, itu sebenarnya hanya soal waktu. Karena akhirnya juga tetap akan dibangun," katanya.

Amsakar menjelaskan, pembangunan Rempang Eco City tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang agar masyarakat dapat hidup dan beraktivitas dalam satu kawasan yang terintegrasi.

"Bagaimana agar semuanya dapat bermanfaat, maka yang kita bangun adalah sesuatu yang memang direncanakan untuk membentuk ekosistem yang tumbuh," ujarnya.

Ia mengatakan konsep pembangunan Rempang Eco City bahkan sempat dipaparkan di tingkat nasional dan dinilai sebagai model pengembangan kawasan yang tepat karena menggabungkan pembangunan ekonomi dengan penataan permukiman masyarakat.

"Di berbagai kesempatan, termasuk kemarin di tingkat nasional, kami diminta menjadi narasumber karena dinilai pola yang kita bangun itu pas," ungkapnya.

Menurut Amsakar, kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan permukiman berstatus kepemilikan yang jelas, pelabuhan, kampung nelayan, bantuan bibit pertanian dan perikanan, bantuan perahu beserta mesin, sekolah, rumah ibadah, hingga kantor pemerintahan, kepolisian, dan TNI.

"Di situ ada pemukiman dengan status kepemilikan yang jelas dan dibangun oleh pemerintah. Ada pelabuhan, kampung nelayan, bantuan bibit pertanian maupun perikanan, bantuan perahu beserta mesinnya, sekolah, masjid, gereja, hingga kantor-kantor pemerintahan, kepolisian, maupun TNI," jelasnya.

Amsakar berharap pembangunan ekosistem tersebut juga diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), sehingga masyarakat Rempang dapat memperoleh manfaat jangka panjang dari pengembangan kawasan.

"Nah ekosistem yang dibangun ini, kalau kemudian diikuti dengan pengembangan SDM, saya pikir dapat menjawab kebutuhan masyarakat di sana untuk membangun generasi yang unggul," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Pijat Spa dan Perawatan Tubuh untuk Relaksasi di Batam "
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads