Bandara di Alabama, Amerika Serikat, dibuat geger setelah petugas keamanan menemukan lima bola meriam. Benda berbahaya itu ditemukan di dalam bagasi seorang penumpang saat pemeriksaan.
Dilansir detikTravel dari Fox News, Minggu (2/8/2026), benda bersejarah yang ternyata merupakan artefak curian itu dibawa oleh seorang penumpang yang melintas di Bandara Internasional Gulf Shores (JKA), Alabama, pada 18 Juli. Transportation Security Administration (TSA) menyebutkan, lima bola meriam peninggalan era Perang Sipil tersebut ditemukan oleh petugas utama TSA, Justin Dupree.
Kelima bola meriam memiliki ukuran yang berbeda-beda dan dibungkus menggunakan tisu kertas. Saat melakukan pemeriksaan, Dupree tidak menemukan sumbu pada benda tersebut sehingga khawatir bola meriam itu masih dalam kondisi aktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada petugas pengawas TSA, Richard Cash. Setelah menelaah hasil pemindaian sinar-X, Cash sependapat dengan Dupree bahwa bola meriam tersebut berpotensi membahayakan.
Selanjutnya, TSA menghubungi spesialis bahan peledak regional. Polisi setempat bersama deputi dari Kantor Sheriff Baldwin County juga datang ke bandara untuk menangani situasi tersebut.
"Dengan bantuan dari pakar bahan peledak dan penegak hukum, dan karena kami awalnya tidak dapat menentukan apakah bola meriam tersebut tidak aktif, bola meriam tersebut bisa berbahaya bagi pesawat," kata Cash.
Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa kelima bola meriam tersebut dicuri dari Fort Morgan, sebuah benteng bersejarah yang berada di Gasque, Alabama. Pihak museum dapat mengenali artefak itu berkat cat khusus yang menjadi penanda koleksi museum.
Kantor Sheriff Baldwin County mengungkapkan, pelaku pencurian merupakan seorang remaja yang mengambil bola-bola meriam dari area penyimpanan di dalam benteng. Remaja tersebut kemudian memasukkan benda itu ke dalam bagasi milik neneknya tanpa sepengetahuan sang nenek. Keberadaan bola meriam itu baru diketahui setelah bagasi menjalani pemeriksaan keamanan di bandara.
