Purbaya Beri Pesan untuk Siswa Sekolah Rakyat

Purbaya Beri Pesan untuk Siswa Sekolah Rakyat

Tim detikFinance - detikSumut
Minggu, 02 Agu 2026 16:04 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun hingga semester I 2026. Defisit tersebut terjadi karena realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan yang berhasil dihimpun pemerintah sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto )
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (1/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Purbaya memberikan motivasi kepada para siswa agar giat belajar demi meraih masa depan yang lebih baik.

Saat berdialog dengan para siswa, Purbaya menjelaskan salah satu tugas Kementerian Keuangan adalah memastikan ketersediaan anggaran agar Program Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik.

"Saya diperintah menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya yang semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya," ujar Purbaya dalam keterangannya, dilansir detikFinance, Minggu (2/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya juga mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.

"Jadi ini Program Pak Prabowo. Semoga adik-adik jadi orang pintar. Jangan malas belajar ya," pesan Purbaya.

ADVERTISEMENT

Ia berharap kesempatan belajar yang diperoleh para siswa melalui Program Sekolah Rakyat dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang mobilitas sosial melalui pendidikan.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Purbaya untuk melihat secara langsung pelaksanaan program yang didukung anggaran negara. Menurutnya, pembiayaan pendidikan merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare dengan nilai kontrak pembangunan mencapai Rp 3,52 triliun dan pagu anggaran sebesar Rp 3,82 triliun. Hingga saat ini, realisasi anggaran pembangunan telah mencapai Rp 3,21 triliun.

Sekolah tersebut mengusung konsep pendidikan terintegrasi yang menggabungkan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan.

Selain mengikuti kegiatan belajar mengajar, para siswa juga tinggal di asrama yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung guna menunjang proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads